Tanah seluas 20,5 hektar yang ada di Desa Babatan, Kecamatan Ngajum milik Lapas Klas I Lowokwaru Malang ini, disulap menjadi arena balap dan juga taman-taman yang indah. Para penghobi bersepeda bisa memanfaatkan untuk uji skill yang dimiliki.
Saat ini, pembangunan keseluruhan jalur lintasan telah 100 persen selesai dikerjakan. Tinggal menata tempat start dan finish serta area di kanan kiri lintasan.
Kepala Lapas Kelas satu Malang Anak Agung Gde Krisna menjelaskan, ada dua track yang sudah ia bangun di sana. "Track pertama sejauh 1,4 km, sedang track kedua sekitar 850 meter," kata dia.
Dia menjelaskan, lintasan sepeda pertama memiliki tingkat kesulitan yang mudah dengan elevasi 120 meter. “Lintasan pertama kami rancang untuk pesepeda yang ingin bersenang-senang," tuturnya.
Sedangkan untuk lintasan sepeda kedua, lanjut dia, diperuntukkan bagi pesepeda profesional. Dengan panjang lintasan mencapai 850 meter.
Ia menyebut, bahwa pembangunan track downhill ini diarsiteki oleh tim sepeda downhill dari Malang. "Namun yang mengerjakan track downhill-nya adalah para napi asimilasi," imbuhnya.
Jalur tersebut nantinya akan dibuka untuk umum, setelah peresmian yang rencananya akan dilakukan pada 17 September mendatang. Semua warga boleh menggunakan fasilitas tersebut dan tentunya berbayar.
"Terkait pengelolaan akan kami atur nanti. Kalo pekerjaanya saya pastikan dari teman-teman napi asimilasi," ucapnya.
Dia mengklaim, bahwa Lapas Klas 1 Malang adalah satu-satunya lapas yang mempunyai track sepeda gunung. "Yang punya hanya di Malang ini. Lainnya belum ada," pungkas Agung.
Pewarta: A Fikyansyah Editor : Editor : Hendarmono Al S.