”Jadinya di sini wisatawan tidak hanya tahu soal pantai dan air laut saja,” terang Ketua BSTC Sutari.
Untuk menimba ilmu tentang penyu, pihaknya tidak memungut biaya sepeser pun alias gratis. Semua sudah termasuk biaya tiket masuk ke pantai, senilai Rp 10 ribu per orang. Dengan membayar tiket tersebut, pengunjung bisa masuk ke rumah penetasan penyu, yang saat ini juga digunakan sebagai balai pertemuan.
”Kami tetap menyediakan kotak donasi di dekat pintu untuk yang mau donasi,” imbuh Sutar–sapaan akrabnya.
Dengan gerakan konservasi penyu tersebut, dia berharap masyarakat di sekitar pesisir pantai bisa memiliki kesadaran untuk menjaga ekosistem penyu. Cita-citanya satu, yakni jangan sampai ada lagi perburuan liar yang dapat menjadikan hewan tersebut hilang dari habitatnya. ”Sama-sama saling mengingatkan untuk menjaga keberlangsungan hidup penyu,” tutupnya.
Pewarta: Fikianysah Editor : Shuvia Rahma