Merangkum dari Lonely Planet, Kamis (21/1), makam tersebut bernama Mausoleo Augusto, bangunan yang dipersembahkan untuk kaisar Augustus sekaligus menjadi tempat peristirahatan terakhirnya bersama dengan anggota dinastinya.
Dulunya, makam ini dibangun atas perintah Augusto sendiri dan memakan waktu lebih dari tiga puluh tahun sebelum kematiannya pada 14 Masehi. Mausoleo Augusto memiliki bentuk bangunan makam melingkar besar, bahkan terbesar di kota Roma, Italia dan dunia. Para arkeolog menduga bahwa bangunan itu sebelumnya ditutupi dengan marmer putih, patung perunggu Augustus, dan dekorasi mewah lainnya.
Tidak sama seperti situs kuno di Roma seperti Colosseum dan Roman Forum, Mausoleo Augusto sebelumnya tidak dibuka untuk publik karena kondisi bangunan itu mengalami kerusakan yang parah. Itulah sebabnya pada tahun 2008 lalu pekerjaan restorasi mulai dilakukan pada bangunan itu.
Diketahui restorasi Mausoleo Augusto memakan biaya lebih dari 20 juta Euro atau setara Rp 340,7 miliar. Adapun restorasi yang dikerjakan tidak hanya untuk bangunan makam, tetapi juga alun-alun yang ada di dalamnya dan melewati dua proses utama restorasi.
Proses pertama, berfokus pada penggalian arkeologi dan pekerjaan restorasi. Kemudian proses kedua, difokuskan untuk membuat infrastruktur yang diperlukan oleh wisatawan saat mengunjungi Mausoleo.
"Ini adalah momen bersejarah," kata Wali Kota Roma Virginia Raggi kepada wartawan. Dia mengatakan, situs itu akan dibuka untuk turis pada 1 Maret 2021.
Menjelang pembukaannya, rencananya Mausoleo Augusto akan memberlakukan tiket gratis bagi penduduk Roma yang ingin berkunjung. Tiket gratis tersebut bisa dipesan dan didapatkan mulai tanggal 1 Maret 2021 hingga 21 April 2021.
“Membuka kembali monumen seperti ini adalah sinyal harapan karena kami melihat dengan itikad baik ke masa depan meskipun ada ketidakpastian pandemi,” imbuh Raggi.
Penulis : Gilang Ilham Editor : Shuvia Rahma