Merangkum dari berbagai sumber, Rabu (27/1), berikut ini 5 festival kebudayaan yang unik di nusantara dan tetap dilestarikan sampai dengan saat ini.
1. Festival Erau
Berasal dari kata “eroh” dalam bahasa Kutai yang berarti ramai, riuh, suasana sukacita, festival ini adalah salah satu festival kebudayaan tertua di Indonesia yang pertama kali digelar pada zaman kerajaan Kutai.
Pada saat ini, Festival Erau dijadikan sebagai perayaan hari jadi Kota Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, yang diselenggarakan satu tahun sekali selama 7 hingga 8 hari dan telah berskala internasional yang diakui International Council of Organizations of Folklore Festival and Folk Arts, lembaga di bawah naungan UNESCO.
2. Festival Lompat Batu
Pernah menjadi ikon uang kertas pecahan Rp 1000 di tahun 1992, festival ini merupakan salah satu daya tarik wisata dengan menampilkan atraksi melompati susunan batu yang tinggi dan dilakukan oleh pemuda dari daerah Nias.
Bagi masyarakat Nias, tradisi yang diselenggarakan pada bulan Agustus ini tidak hanya untuk berolahraga saja, tetapi sebagai lambang seorang pemuda untuk bisa dikatakan dewasa dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya.
3. Festival Lembah Baliem
Berlokasi di lembah pegunungan Jayawijaya, Papua, festival Lembah Baliem merupakan festival kebudayaan dapat disaksikan oleh pengunjung pada bulan Agustus selama 3 hari. Di festival ini, pengunjung akan disuguhkan skenario perang antar suku Lani, Dani dan Yali untuk saling beradu kekuatan sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan.
4. Festival Tradisi Pasola
Menggabungkan keahlian menunggang kuda dan melempar lembing, tradisi yang satu ini diadakan untuk menyambut tahun baru dalam kepercayaan Marapu, kepercayaan asli masyarakat Sumba.
Sayangnya tradisi Pasola ini hanya diadakan pada empat kampung di kabupaten Sumba Barat, antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Pelaksanaan pasola di keempat kampung tersebut dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya.
5. Festival Karapan Sapi
Festival yang menunjukkan atraksi pacuan sapi yang berasal dari pulau Madura, Jawa Timur ini diselenggarakan setiap tahun pada Agustus hingga September. Pada festival ini, pengunjung dapat melihat sepasang sapi menarik kereta dari kayu yang dipacu dalam lomba adu cepat melawan peserta lain.
Adapun panjang lintasan dari Karapan Sapi ini antara 100 sampai 200 meter. Uniknya, sebelum mengikuti pacuan ini, biasanya sang pemilik sapi akan memberikan perawatan istimewa berupa pijatan kepada sapi-sapi mereka.
Penulis : Gilang Ilham Editor : Shuvia Rahma