Dua unit sepeda motor Kawasaki W 175 dan satu unit Royal Enfield menyambut kedatangan tamu. Semakin masuk ke dalam museum berlantai 3 ini, kita disuguhi sederet vespa klasik dari berbagai macam tahun pembuatan. Berlanjut menapakkan kaki naik ke lantai dua dan tiga, museum ini menyuguhkan sejumlah motor klasik pabrikan Jepang. Salah satu contohnya adalah CB 175 (Twins) 1968, SMI Ekspresa dan Vespa Kongo.
Dari banyak kendaraan klasik di sana, motor SMI Ekspresa bisa dibilang paling menarik perhatian. Sebab, SMI Ekspresa mengingatkan pada salah satu tokoh besar di Indonesia yakni Presiden RI terlama Soeharto. Ya, pada era kepimpinan tokoh order baru itu, SMI Ekspresa sempat menjadi kebanggan warga di tanah air.
Pasalnya, menjadi kendaraan roda dua pertama yang berhasil diproduksi oleh anak negeri. Momen paling teringat dari kendaraan itu adalah sebuah rekaman dokumentasi saat sang Presiden mencoba mengendarainya lalu diikuti lari para ajudan di belakangnya.
Selain kendaraan tersebut, di museum SMK NMC Malang juga mengajak kita untuk bernostalgia dengan Presiden RI pertama Ir.Soekarno. Ada Vespa Kongo yang konon kabarnya menjadi jenis kendaraan sempat dinaiki Bapak Proklamator Indonesia itu.
Bahkan dia juga sering kali menghadiahkan vespa itu kepada para tentara Pasukan Garuda atau pasukan Perdamaian PBB dari Indonesia yang ditempatkan di daerah konflik bersenjata di luar negeri, sepulang dari bertugas.
Tidak berhenti sampai di situ, pengunjung museum juga diajak nostalgia dengan motor ikonik di Film Dilan pada 1990 silam yakni Honda CB 100. Motor tersebut dipajang di museum ini dibuat mirip layaknya film tersebut ditonton di film. Kendaraannya bisa memadukan tiga warna yakni hitam, putih dan biru.
Lalu juga ada satu kendaraan roda dua di sana yang menjadi pelopor motor matic di dunia yakni Vespa Corsa atau juga dikenal sebagai Vespa PK 125. Di mana kendaraan diperkenalkan kali pertama pada 1984 di Italia dan pada 1991 di Indonesia. Baru setelah itu, muncul produsen otomotif Jepang juga ikutan membuat skuter matic namanya Yamaha Nouvo yang diperkenalkan di Asia Tenggara pada 2002 lalu.
Menurut Humas Museum Motor Klasik SMK NMC Malang, Azhar Arkho apa yang ditonjolkan tempat tersebut memang tidak hanya kendaraan klasik saja. Namun lebih dari itu, juga ada misi edukasi terkait sejarah motor-motor sempat booming di eranya.
”Kami di sini juga tawarkan nilai-nilai history dari unit motor jadul yang dipajang. Jadi harapannya bisa membuat pengunjung lansia bisa bernostalgia, sekaligus belajar sejarah bagi pengunjung generasi muda,” jelas Azhar.
Bagi Azhar, meski motor-motor itu mempunyai tahun yang sudah lama namun dia yakin kalau sampai kapanpun motor klasik mempunyai tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Karena itulah dalam pembangunan Museum Motor Klasik SMK NMC orang yang terlibat tidak ada yang setengah-setengah. Maksudnya, para orang yang terlibat rela berpergian ke daerah-daerah pelosok untuk mendapatkan kendaraan buruannya itu.
”Untuk koleksi di sini paling sering berburu via online. Namun, saat verifikasi kami tidak segan untuk turun langsung ke lapangan guna mengecek keberadaan serta kondisi unit yang diburu,” tutur pria asal Malang itu. (gp/mas/rmc)
Editor : Shuvia Rahma