General Manager Zam Zam Hotel & Convention Rudi Rinanto Rachmat menjelaskan, meskipun hotel ini mengangkat nuansa Timur Tengah yang identik dengan agama Islam. Tetapi pihaknya menegaskan bahwa hotel yang beroperasi sejak 7 tahun lalu ini bukan hotel syariah. Dan tentu saja terbuka untuk semua kalangan wisatawan, tidak terbatas muslim saja.
"Dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memanjakan tamu, seperti ukuran kamar yang lebih besar dan luas, kolam renang, masjid, meeting room, karaoke hingga lapangan futsal," terangnya.
Ambience Timur Tengah terlihat kental saat memasuki lobi hotel. Tangga megah yang terbentang di bagian tengah lantai dasar. Dilapisi dengan karpet merah yang identik dengan Timur Tengah. Selain itu beberapa interior seperti kemewahan lampu hingga sofa-sofa besar ala Timur Tengah.
"Yang pasti menu-menu kami juga ala Timur Tengah, seperti kebab, nasi kebuli, ayam Turki, dan lainnya," paparnya.
Zam-zam Hotel and Convention menawarkan 77 kamar yang cukup luas dan nyaman. Rudi menambahkan, ukuran kamar terkecil adalah 34 meter persegi. Tamu bisa memilih menikmati panorama city view Kota Batu atau pegunungan Panderman di sebelah barat.
Sebagai pelengkap, Zam-Zam Hotel & Convention juga memiliki masjid. Rudi mengatakan jarang sekali hotel punya masjid sendiri, karena rata-rata fasilitas tempat ibadah yang disediakan hotel adalah mushala. Masjid tak hanya dipakai oleh tamu hotel dan karyawan, namun juga warga sekitar.
"Salat Jumat, Tarawih, hingga salat Idul Fitri kemarin digelar di masjid kami," pungkas dia.
Bagi tamu yang ingin melakukan reservasi, bisa menghubungi nomor 081 334 513 496.
Pewarta: Binti
Editor : Shuvia Rahma