Angsle Ronde Pak Mat Mawar ini sudah ada sejak tahun 1979. Praktis, dagangan tersebut sudah ada sejak 42 tahun yang lalu. Menggunakan gerobak berwarna biru, rombong angsle ini berada di seberang Indomaret dan dapat Anda kunjungi setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 01.00 dini hari.
“Ini dagangan warisan bapak dari tahun '79, kalau saya nerusin sudah 6 tahun," kata Pemilik Angsle Ronde Pak Mat Mawar, Sudarsono saat dijumpai Selasa (31/8). Guna menjaga cita rasanya, Sudarsono menuturkan bahwa seluruh bahan isian yang digunakan dalam racikan ronde maupun angsle adalah buatannya sendiri.
Satu porsi angsle dan ronde pun sangat terjangkau. Cukup dengan Rp 8 ribu saja, Anda sudah bisa membawa pulang satu porsi yang mengenyangkan. Cita rasa angsle Pak Mat Mawar ini relatif gurih bercampur manis. Isiannya terdiri dari petulo, kacang hijau, mutiara, ketan putih, dan roto tawar yang disiram kuah santan panas. Sementara wedang rondenya juga cukup menghangatkan perut ditengah dinginnya Kota Malang yang kini sedang memasuki musim kemarau.
“Rasanya manis dan lembut di mulut dan hangat di perut, harganya murah, cocok dimakan pas dingin-dinginnya malam di Kota Malang. Awalnya tak kira (saya kira) yang kotak-kotak itu agar-agar ternyata mutiara,” ujar salah satu pembeli angsle, Firqi.
Pewarta: Safa Abrar Ramadhan Editor : Farik Fajarwati