Salah satu pesona Pantai Tamban yang berbeda terletak pada pemandangan gelombang lautnya yang eksotis. Selain itu, jajaran perahu nelayan yang tertata rapi juga menambah kesan indah di Pantai Tamban. Tidak perlu khawatir merogoh kocek terlalu dalam jika ingin berkunjung ke pantai ini. Cukup dengan Rp 5 ribu saja di weekday atau Rp 10 ribu saja per orang pada akhir pekan alias weekend.
Salah satu pengunjung Pantai Tamban Prayit menuturkan, dia bersama keluarga biasa jalan-jalan ke Pantai Tamban untuk mengisi waktu luang. “Agak jarang ke sini, tapi suka dengan tempat ini karena murah dan nyaman untuk berkunjung bersama keluarga,” kata pria 56 tahun itu.
Namun jika berkunjung ke Pantai Tamban, Anda tidak disarankan atau boleh jadi justru dilarang untuk berenang. Ini karena ombak di pantai tersebut cenderung tinggi dan berbahaya. Sebagai gantinya, Anda bisa menyewa perahu nelayan untuk berkeliling ke sekitar pantai.
Pihak pengelola juga menyiapkan fasilitas tambahan seperti gazebo, tempat makan, home stay, bumi perkemahan, hingga tempat ibadah seperti musala dan gereja. Bagi Anda yang gemar memancing, Pantai Tamban juga merupakan destinasi yang tepat untuk dikunjungi. Jika ingin melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat untuk lingkungan, berpartisipasi dalam kawasan konservasi mangrove di Pantai Tamban juga dijamin tidak kalah seru.
Eko Wisata Gunung Pithing Mangrove Conservation yang terletak di Pantai Tamban dapat membantu pengunjung untuk mempelajari manfaat tanaman Mangrove. Untuk keamanan, Anda tidak perlui khawatir. Pantai yang bersebelahan dengan Pantai Sendangbiru itu sudah dilengkapi dengan sirine yang menjadi peringatan ketika terjadi banjir.
Tak hanya itu, di Pantai Tamban juga terdapat tempat pelelangan ikan (TPI). Para pecinta hidangan seafood bisa berburu aneka tangkapan laut dengan harga yang sangat terjangkau.
Tak jauh berbeda dengan destinasi wisata yang lain, sejak penerapan pembelakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Pantai Tamban juga mengalami penurunan pengunjung. Padahal, dulunya wisata tersebut tidak pernah sepi. ”Dulu parkiran selalu penuh pengunjung dari berbagai daerah,” ujar salah satu pedagang makanan Pantai Tamban, Ika. Wanita 36 tahun itu berharap, ke depan geliat wisata di Pantai Tamban bisa pulih seperti sedia kala.
Pewarta : Ferdinand Dicky Editor : Farik Fajarwati