Kondisi tersebut dibenarkan oleh salah satu penjual makanan di sekitar Taman Hutan Temas Jumikati. Dia mengatakan, anak-anak sangat jarang bermain di taman ini. Ibaratnya taman ini sudah mati. Yang tersisa hanya kondisi sepi dan sunyi.
Menurut Jumikati, sepinya pengunjung di Taman Hutan Temas karena banyaknya fasilitas permainan yang rusak. Apalagi, rumputnya sudah tidak rimbun seperti dulu. “Kalau sore hingga magrib taman ini sudah seperti kuburan. Lampu penerangan saja kurang memadai,” ungkapnya.
Pantauan koran ini, banyak tempat duduk yang tidak layak. Besinya sudah banyak yang berkarat. Kemudian fasilitas olahraganya banyak yang patah dan tidak bisa digunakan masyarakat. Lalu, ada area berteduh yang sekelilingnya berupa kaca. Namun, banyak ditemukan tidak ada kacanya. Terdapat juga satu area playground semacam prosotan anak yang kondisinya memprihatinkan. Retak dan banyak bagian yang hilang.
Menurut petugas kebersihan Taman Hutan Temas, Slamet, kondisi fasilitas taman memang sudah banyak yang rusak. “Yang paling parah adalah prosotan anak yang retak dan banyak bagian hilang. Kalau kaca di area tempat duduk itu hilang karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab (merusak fasilitas),” kata warga Jalan Wukir Gang 1, Kelurahan Temas ini.
Slamet mengaku, tindakan untuk perawatan taman ini cukup banyak. Mulai dari penyapuan daun kering hingga sampah sekitar, perempesan daun pada pohon, penyiraman tanaman, dan sebagainya. “Untuk perawatan taman itu rutin setiap hari. Meskipun, untuk taman seluas ini hanya ada dua orang petugas kebersihan saja. Padahal, idealnya ada 4 petugas,” terang pria yang sudah melakukan perawatan Taman Hutan Temas selama 5 tahun ini.
Sementara, saat ditanya terkait sepi nya pengunjung, dia membenarkan, jika taman ini sepi seolah tak diminati oleh masyarakat sekitar Batu apalagi wisatawan. Sebab, lokasinya terbilang tersembunyi dan jarang orang tahu. “Kalau saya hanya bisa berharap ada perbaikan fasilitas bermain anak dan penambahan penerangan. Tapi, pemerintah ya harus tegas dalam menindak orangorang yang nekat merusak fasilitas publik,” tandasnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Lurah Temas Adi Santoso menjelaskan, secara kartu inventaris barang (KIB) aset Taman Hutan Temas adalah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Sehingga, urusan penganggaran harus melalui dinas terkait. Sehingga pihaknya tidak bisa cawecawe. ”Nanti tetap akan diusulkan di musrenbang untuk revitalisasi dan optimalisasi sarana prasarana taman seperti penerangan dan sebagainya. Namun, harapannya juga ada tindak lanjut dari dinas terkait,” pungkasnya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno