Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dikunjungi Orang Jepang, Belanda, dan Malaysia

Mardi Sampurno • Minggu, 29 Januari 2023 | 23:00 WIB
TEMPO DULU: Salah satu gang di Kampung Heritage menyuguhkan mural tentang suasana Kota Malang pada zaman kolonial Belanda.
TEMPO DULU: Salah satu gang di Kampung Heritage menyuguhkan mural tentang suasana Kota Malang pada zaman kolonial Belanda.
SALAH satu objek wisata yang tidak jauh dari pusat kota adalah Kampung Heritage Kaoetangan. Letaknya berada di antara Kelurahan Kauman dan Kiduldalem, Kecamatan Klojen. Meliputi empat RW, yakni RW 1, RW 9, RW 10, dan RW 2.

Dulu, Kampung Heritage Kajoetangan terkenal sebagai perkampungan kumuh. Padahal, di dalamnya terdapat banyak bangunan berarsitektur kolonial Belanda. Mulai rumah tinggal, rumah makan (RM), sekolah, pertokoan, hingga perkantoran.

Namun seiring berjalannya waktu, jumlah bangunan yang bernilai heritage hanya tersisa sedikit. Kini, kawasan tersebut disulap menjadi destinasi wisata.

Di dalam Kampung Heritage Kajoetangan ada beberapa titik yang kerap dikunjungi. Seperti rumah tua, galeri, langgar tua, mural, tangga 1.000, kuburan tandak, hingga makam mbah Honggo Kusumo.

Sejak pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan di lokasi tersebut menurun. Namun, setelah pandemi melandai, kunjungan perlahan kembali normal. Dari yang semula 100 pengunjung per bulan, kini melonjak menjadi 500 pengunjung per bulan. ”Akhir tahun 2022 mencapai 800 pengunjung per bulan. Itu data yang tercatat saja,” ujar Ketua Pokdarwis Kampung Heritage Kajoetangan Mila Kurniawati.

”Pintu masuk di Kampung Heritage Kajoetangan ada lima. Setiap pintu bisa dikunjungi sekitar 700 orang,” tambahnya.

Mila mengatakan, jumlah tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan sebelum pandemi. Karena itu, pihaknya berupaya menata kembali Kampung Heritage Kajoetangan untuk menarik wisatawan.

Saat ini, pihaknya menyusun atraksi untuk memikat perhatian wisatawan. Salah satunya adalah cooking show. Kegiatan tersebut kemungkinan bakal digelar rutin. Dengan jadwal setiap akhir pekan pukul 16.00 sampai 17.00.

Menu yang akan disuguhkan beragam. ”Untuk kuliner yang masih kami pertahankan adalah ontbijtkoek. Yakni kue peninggalan Belanda,” kata dia.

Dengan keragaman yang ada di Kampung Heritage menjadikan kawasan ini cocok untuk semua segmen. Wisatawan yang datang tidak hanya dari Nusantara. Melainkan juga mancanegara. Seperti Jepang, Belanda, hingga Malaysia. (mel/dan) Editor : Mardi Sampurno
#kauman #Wisata #Kota Malang #radar malang #kampung heritage kajoetangan #Kajoetangan Heritage