Tentu dirasa kurang bagi mereka. Karena dulu sebelum ditutup para pengunjung bisa menikmati kolam renang.
”Saya kira buka, ternyata tutup dari lama ya," kata Eni, salah satu pengunjung. Ia bersama anak dan suaminya berniat untuk mengajak anaknya berenang.
Warga asal Kelurahan Sawojajar tersebut mengaku terakhir mengunjungi saat tahun 2022 lalu.
”Ya sudah nanti ke Pakis saja di sana juga ada tempat berenang," ungkapnya sambil menenangkan anaknya yang berusia 7 tahun yang sudah memasang raut wajah sedih.
Begitu juga dengan Purwati, salah satu warga asal Oro-Oro Dowo. Ia bersama dua orang anaknya terpaksa kembali dengan kecewa.
Beberapa pengunjung yang datang akhirnya kembali pulang. Namun beberapa juga memanfaatkan taman bermain yang ada di atas tangga menuju loket dan berfoto dengan patung binatang di sana.
Salah satu pemilik warung yang ada di dalam Tarekot Rokhim mengaku juga tengah menanti tempat yang menjadi tempat ia dan istrinya mencari nafkah tersebut buka kembali.
”Kemarin katanya mau buka tanggal 8 (Mei), tapi ternyata tidak buka juga," ucap dia.
Semenjak tutup, Rokhim sering mengunjungi tempatnya berjualan yang ada di sebelah barat kolam renang tersebut untuk sekadar membersihkan.
”Kalau Sabtu dan Minggu banyak yang datang mau renang, kasihan harus pulang lagi," kata dia.
Ia mengatakan, terkadang orang-orang yang datang tidak hanya dari Kota Malang saja, tetapi juga dari daerah Kabupaten Malang. (dur/adn) Editor : Aditya Novrian