Kota Malang – Kota Malang merupakan kota yang sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun wisatawan asing.
Hamper setiap hari terdapat wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Malang.
Kota ini menawarkan berbagai destinasi wisata dan tempat-tempat kuliner yang beragam.
Selain itu, di Kota Malang juga terdapat banyak perguruan tinggi yang terkenal, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Jika Anda berkunjung ke Kota Malang dengan menggunakan transportasi kereta api, pasti Anda akan turun di Stasiun Malang (ML) atau yang sering disebut dengan Stasiun Malang Kotabaru atau Stasiun Klojen.
Saat keluar dari stasiun, Anda wajib menjelajahi tempat-tempat wisata yang ada di sekitarnya.
Nah, berikut tujuh tempat wisata disekitar Stasiun Malang yang wajib Anda kunjungi:
1. Taman Trunojoyo
Taman ini berada persis di seberang Stasiun Malang.
Lokasinya di Jalan Trunojoyo, Klojen, Keacamatan Klojen, Kota Malang.
Taman ini diresmikan pada 1 Juli 2014 yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup oleh Walikota Malang, H. MOCH. Anton.
Patung singa besar di depan taman ini yang menjadi kebanggaan arek-arek Malang juga menjadi ikon “Selamat Datang di Kota Arema”
Kawasan ini dulunya sangat kumuh dan banyak PKL (Pedagang Kaki Lima) yang tidak tertata. Namun, sekarang taman ini sudah terlihat rapi, bersih, dan asri.
Area taman juga dipasangi lampu-lampu yang dapat Anda jadikan sebagai tempat santai sembari melihat keramaian Kota Malang di waktu malam.
Di waktu pagi hingga sore, taman ini selalu dijadikan sebagai tempat rekreasi orang tua bersama anak-anaknya.
Karena, di sini terdapat fasilitas area bermain, membaca, bahkan air mancur pun ada.
Ketika air mancur menyala, anak-anak memanfaatkannya dengan cara mandi di tengah air mancur.
Dengan fasilitas yang sangat menyenangkan bagi anak-anak, taman ini selalu ramai dengan pengunjung.
Soal harga Anda tidak perlu khawatir.
Untuk masuk ke area Taman Trunojoyo ini tidak dipungut biaya sama sekali.
Anda hanya perlu membayar uang parkir Rp. 2.000 untuk roda dua dan Rp. 5.000 untuk roda empat.
Anda juga dapat membeli jajanan di depan pintu taman ini.
Beragam jajanan enak ada di sekitar taman ini.
Mulai dari cilor (aci telor) dan maklor (macaroni telor), cilok, sempol, telur gulung, siomay, aneka minuman dingin, pentol korea, dan siomay.
Makanan pengganjal perut, seperti soto ayam dan mie ayam pun juga ada di sini.
Jika Anda ingin makan-makanan yang lain, Anda juga dapat menyeberang kea rah Stasiun Malang lagi, karena di sebelah deretan Stasiun Malang juga terdapat kios yang menjual berbagai macam makanan yang dapat untuk Anda coba.
Saat Anda berkunjung ke Taman Trunojoyo, jangan lupa untuk mampir ke Pusat Kuliner Sriwijaya.
Lokasinya tepat di seberang Stasiun Malang dan Taman Trunojoyo.
Menu-menu yang ditawarkan beragam dan harga sangat terjangkau.
Selain itu, Anda tidak boleh skip Me Gacoan yang berada tak jauh dari Taman Trunojoyo.
Mie ini merupakan salah satu mie terpedas nomor 1 di Indonesia.
Mie ini menjadi favorit arek-arek Malang hingga saat ini.
2. Alun-Alun Tugu
Saat berkunjung ke Kota Malang, Anda wajib mengunjungi Alun-Alun Tugu.
Dulu, nama alun-alun ini adalah Alun-Alun Bundar, karena bentuk dari alun-alun ini yang melingkar.
Lokasinya tak jauh dari Stasiun Malang.
Anda perlu berjalan lurus dari stasiun dan akan terlihat tugu berwarna hitam dengan warna emas dipucuk tugunya.
Taman ini menjadi saksi perkembangan Kota Malang sejak dikuasai oleh Kolonial Belanda.
Termasuk ketika status Malang berubah menjadi Kota Madya di tahun 1914.
Begitu pula saat dibangunnya Gedung Balai Kota pada tahun 1930-an di sisi sebelah selatan taman.
(Dikutip dari website https://malangkota.go.id/)
Di sini, Anda dapat berfoto-foto dengan berbagai bunga yang mengelilingi tugu.
Jika beruntung, Anda dapat melihat air mancur yang sangat indah dan wajib untuk Anda potret.
Tidak ada pemungutan biaya saat mengunjungi Alun-Alun Tugu, Anda perlu membayar parkir Rp. 2.000 untuk roda dua dan Rp. 5.000 untuk roda empat.
3. Kampung Warna-Warni
Dulu, kampung ini terkenal dengan kampung yang paling kumuh dan kotor.
Lokasi kampung ini di Jalan Ir. H. Juanda 6, Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Berubahnya kampung kumuh ini bermula pada tahun 2016 dari sekelompok mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Malang yang melakukan proker di kampung ini.
Mereka melihat betapa kumuhnya kampung tersebut yang sama sekali tidak diperdulikan oleh warga setempat.
Sekelompok mahasiswa itu tergerak hatinya untuk merubah kampung tersebut.
Mereka menginisiasi program Corporate Social Responsible (CSR) yang bekerja sama dengan perusahaan cat.
Ide mereka adalah mewarnai semua rumah yang ada di kampung tersebut agar terlihat indah dan menarik.
Ide tersebut diterima oleh warga setempat dengan senang.
Warga setempat dan mahasiswa tersebut mulai bergerak untuk merubah kampung kumuh menjadi kampung yang penuh dengan warna-warni.
Oleh karena itu, nama kampung ini adalah Kampung Warna-Warni.
Kampung ini menjadi salah satu daya tarik wisata lokal dan asing yang ramai dengan pengunjung.
Harga tiket masuk Kampung Warna-Warni sebesar Rp. 5.000. Harga tersebut dapat berubah sesuai dengan kebijakan yang ada di wisata tersebut.
Di sini, Anda dapat mengabadikan moment dengan memotret beberapa lukisan yang ada di dinding rumah milik warga.
Meski jalanan kampung yang sedikit curam dan sempit, tidak menjadi kesulitan bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.
Di wisata ini juga terdapat banyak warga yang menjual berbagai makanan ringan dan minuman.
4. Kampung Tridi
Kampung Tridi (3D) ini sebenarnya serupa dengan Kampung Warna-Warni hanya saja letak Kampung Tridi ini berada di seberang anak Sungai Brantas.
Tepatnya di Jalan Temenggungan Ledok, Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Antara Kampung Tridi dengan Kampung Warna-Warni ini di batasi dengan adanya pembangunan jembatan kaca diatas anak Sungai Brantas.
Kampung Tridi diresmikan pada 4 September 2016 oleh Walikota Malang, H. Moch. Anton.
Bedanya dengan Kampung Warna-Warni, Kampung Tridi memiliki lukisan yang terlihat nyata.
Selain itu, genteng-genteng dari rumah warga dilukis dengan pemandangan indah berupa matahari dan pelangi.
Selain ikon matahari dan pelangi, terdapat tulisan “Kampung Tridi” yang terpampang besar di pintu masuk.
Harga tiket masuk Kampung Tridi sebesar Rp. 3.000 dan Anda akan mendapatkan satu buah gantungan kunci buatan warga setempat.
Harga tersebut dapat berubah sesuai dengan kebijakan yang ada di wisata tersebut.
Untuk parkir mobil dan sepeda motor sebesar Rp. 2.000. Kampung Tridi ini juga pernah dijadikan sebagai tempat syuting film terkenal, yaitu Yowis Ben 4 yang di bintangi oleh artis asli Kota Malang, Bayu Skak.
Terdapat lukisan di salah satu dinding warga yang dilukis dengan tulisan “Yowis Ben” dan terdapat empat gambar orang dari pemain film tersebut, salah satunya Bayu Skak.
5. Kampung Biru Arema
Sebelum dikenal dengan sebutan Kampung Tematik, kampung ini lebih dikenal dengan nama Kampung Embong Brantas.
Lokasinya berada di Jalan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, tepat di seberang Kampung Tridi.
Kampung ini identik dengan warna biru di seluruh rumah warga yang ada di sini.
Pilihan warna biru pada tema kampung ini adalah upaya untuk menggambarkan salah satu sifat masyarakat Kota Malang, yaitu identitas dengan tim sepak bola kebanggaan warga Malang, Arema.
Diresmikan pada 6 Februari 2018 oleh Walikota Malang, H. Moch. Anton.
Dengan alasan pemilihan warna biru itulah nama kampung ini berubah menjadi Kampung Biru Arema.
Jadi, Anda jangan heran jika melihat banyak lukisan singa di sepanjang dinding warga.
Karena, itu merupakan simbol dari tim sepak bola kebanggaan orang Malang.
Berbeda dengan Kampung Warna-Warni dan Kampung Tridi, Kampung Biru Arema tidak memungut biaya masuk sepeser pun untuk ke wisata ini.
6. Kampung Putih
Sesuai dengan namanya, kampung ini didominasi dengan warna putih disemua rumah yang ada di sini.
Kampung Putih berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, lebih tepatnya di samping Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).
Kampung ini serupa seperti tiga kampung yang telah dibahas sebelumnya.
Kampung Putih juga berada di bantaran anak Sungai Brantas.
Kampung ini diresmikan pada 5 Agustus 2017.
Kampung Putih terinspirasi dari Kampung Putih yang ada di Negara China.
Warga setempat merasa bangga, karena meski jalanannya yang sempit tetapi tetap terlihat indah dari warna putih yang mendominasi serta tetap terlihat teratur dan bersih.
Di sini, selain dapat menikmati pemandangan yang indah, Anda juga dapat menulis catatan atau pesan cinta di “Wall of Love”, merupakan sebuah dinding yang dihiasi dengan lukisan bermotif bunga.
Untuk harga tiket masuknya gratis, Anda cukup membayar biaya parkir Rp. 2.000 untuk sepeda motor.
7. Kampung Heritage Kajoetangan
Kampung Kayutangan ini dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata yang menarik dengan mengusung konsep “Heritage” yang mencakup budaya, sejarh, dan ekonomi.
Lokasinya berada di Jalan Jendral Basuki Rachmad Gang 4, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Di dalam kampung ini masih banyak dijumpai rumah-rumah lama yang tetap terjaga.
Hal ini memperkuat budaya lokal dan memberikan pengalaman menarik bagi para wisatawan.
Dikutip dari laman resmi milik Kajoetangan Heritage, di sini Anda dapat melakukan berbagai aktivitas didalam Kampung Heritage Kajoetangan.
seperti mengunjungi Rumah Nyik Aisyah, Griya Moeziek, Kali Krangkeng, Pasar Krempyeng, Kuburan Tandak, Terowongan Semeru, Makam Eyang Honggo, Kali Sukun, Galeri AEO dan Studi Foto, Rumah Udin, Rumah Jamu, Rumah Punden, Langgar Tua, Galeri Nya’ Abbas Akup, Rumah Ranuatmodjo-Café STMJ, Rumah Jacoeb, Galeri Pak Eko, Tangga Seribu, Rumah Kartini, Rumah Mbah Ndut, Rumah Pak Sakirman, Rumah Cerobong, Rumah Pak Tik, Rumah Rindu, Omah Dawet Ireng dan Jajan, Rumah 1870, Rumah Penghulu, dan Rumah Jengki.
Harga tiket masuk Kampung Heritage Kajoetangan dibandrol dengan harga mulai Rp. 10.000/orang.
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari kebijakan wisata ini.
Selain tempat-tempat yang sudah disebutkan tadi, Anda juga dapat berkunjung ke café yang ada didalamnya, yaitu “Mera Café”.
Selain café, Anda juga dapat mengunjungi ke salah satu tempat makan di sini, yaitu “Yowis Nedho”.
Menu yang ditawarkan mulai dari menu camilan, menu makan berat, dan menu minuman.
Itulah tujuh destinasi yang ada disekitar Stasiun Malang yang sangat worth-it dan tentunya wajib Anda kunjungi saat pergi ke Malang.
Tak perlu berlibur dengan harga yang mahal, jika dengan harga murah Anda sudah dapat merasakan liburan.(Nadiatus Sholeha)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana