Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngabuburit ke Tempat itu-itu Aja? Yuk Cobain ke Museum Bersejarah di Malang, HTM Gratis!

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 15 Maret 2024 | 21:00 WIB

 

Photo
Photo
Malang memiliki beragam museum yang wajib dikunjungi saat ngabuburit dan juga dapat menambahkan wawasan kita akan sejarah Indonesia khususnya daerah Jawa Timur, berikut diantaranya:

Baca Juga: Ngabuburit Keliling Kota Malang Naik Luxury Bus? Pengalaman Baru Hanya Bayar 50Rb Saja!

Museum Mpu Purwa

Photo
Photo

Museum Mpu Purwa adalah museum yang terletak di Malang, Jawa Timur.

Museum ini memberikan informasi tentang sejarah dan budaya Jawa Timur dari zaman prasejarah hingga sejarah Hindu-Buddha.

Koleksi museum ini meliputi arca, prasasti, lingga-yoni, dan lain sebagainya.

Museum Mpu Purwa didirikan pada tahun 1975.

Diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Syarief Thayeb.

Museum ini diberi nama Mpu Purwa yang merupakan seorang mpu yang terkenal pada zaman kerajaan Singasari.

Berlokasi di Perumahan Griya Santa, Jl. Soekarno - Hatta No.210 Blok B, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang.

Museum Mpu Purwa buka setiap hari Selasa-Sabtu, pukul 08.30-15.00 WIB.

Harga tiket masuk museum ini gratis!.

Museum Mpu Purwa merupakan salah satu tempat wisata edukasi yang menarik untuk dikunjungi di Malang.

Museum Zoologi Fraternity Vianney

Photo
Photo

Museum Zoologi Frater Vianney merupakan salah satu tempat wisata edukasi yang cocok untuk dikunjungi di Malang saat ngabuburit.

Museum ini juga memiliki koleksi fosil hewan dan tumbuhan.

Berlokasi di Jl. Mahameru VE 7 Tidar No.10, Doro, Karangwidoro, Kec. Dau, Kota Malang.

Museum Zoologi Frater Vianney buka setiap hari Senin-Sabtu, pukul 07.00-14.00 WIB.

Museum ini memberikan informasi tentang berbagai jenis hewan dan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Museum Zoologi Frater Vianney merupakan tempat yang tepat untuk belajar tentang zoologi dan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Baca Juga: Nikmati Buka Puasa dengan Iftar Buffet Jelajah Rasa Nusantara di Grand Miami Hotel

Museum Batu Mulia Nusantara

Photo
Photo

Museum Batu Mulia Nusantara merupakan tempat penyimpanan batu mulia dari berbagai daerah di Indonesia seperti batu akik, bacan, giok, dan lainnya.

Didirikan pada tahun 2007 oleh Dr. Ir. H. Bambang Guritno, M.S.

Museum ini bertujuan untuk melestarikan serta mempromosikan keindahan batu mulia nusantara.

Lokasinya berada di Jl. Veteran, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.

Di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya Malang.

Museum Batu Mulia Nusantara buka setiap weekdays saja, Senin-Jum’at, dari pukul 07.30 - 17.00 WIB.

Sebagai tempat wisata edukasi, Museum Batu Mulia Nusantara merupakan destinasi menarik untuk dikunjungi di Malang karena memberikan informasi tentang batu mulia nusantara dan keindahannya.

Museum Musik Indonesia

Photo
Photo

Museum Musik Indonesia (MMI) adalah satu-satunya museum di Indonesia yang secara khusus mengangkat tema musik.

Pindah Lokasi

Setelah menempati lantai 2 Gedung Kesenian Gajayana di Jalan Nusakambangan No.19, Kota Malang dalam waktu yang cukup lama.

Mulai tanggal 1 November 2023, Museum Musik Indonesia (MMI) pindah ke lantai 2 Gedung Penunjang Museum Mpu Purwa.

Baca Juga: Tantangan Sandy Andrianto Menjadi Driver Show Man on Fire di Museum Angkut

Yang berlokasi di Jl.Soekarno Hatta Perum Griya Shanta Blok B No.210 Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang.

Museum ini awalnya didirikan pada tahun 1970 oleh Kelompok Kayu Tangan, sebuah kelompok penyelenggara seni di Malang.

Awalnya dikenal dengan nama Galeri Malang Bernyanyi, namun berganti nama menjadi Museum Musik Indonesia pada tahun 2009.

Pada tahun 2016, MMI secara resmi diresmikan oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf).

Museum ini buka setiap hari Selasa-Sabtu, 08.00 - 16.00 WIB.

Selain menyajikan koleksi permanen, MMI juga mengadakan pameran sementara, program edukasi, dan pertunjukan musik tradisional. (claudia laura / fin)

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#ngabuburit #museum malang