KABUPATEN MALANG – Gunung Arjuno adalah gunung tertinggi ke dua di Jawa Timur setelah Gunung Semeru.
Terdapat banyak jalur pendakian untuk ke gunung ini, salah satunya ialah jalur pendakian Gunung Arjuno via Purwosari yang terletak di Dusun Tambak Watu, Kecamatan Purwosari, Malang.
Pada jalur pendakian ini, masih sangat kental dengan aura mistis sebab banyaknya peninggalan – peninggalan kerajaan Majapahit pada masa lampau seperti batu, arca, dupa, bekas semedi, dan tempat – tempat sakral.
Yuk simak selengkapnya!
Basecamp Menuju Pos 1 (Ontobego)
Dari basecamp menuju ke Pos 1 diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan jalur yang terbilang masih landau dan tanjakan yang belum terlalu curam.
Memiliki jalur yang cukup lebar dengan pemandangan di sebelah kiri kananya ialah hutan pinus.
Saat memasuki kawasan Ontobego, hutan pinus akan semakin rapat sehingga udara terasa lebih sejuk.
Dan jangan terkejut apabila banyak mencium bau dupa sebab beberapa sudut terkadang masih nampak sesajen yang diletakkan dari para peziarah penganur kepercayaan “Kejawen”.
Pos 1 (Ontobego) menuju Pos 2 (Tampuono)
Usai melakukan perjalanan dan sampai di Pos 1, Anda harus berlanjut menuju Pos 2 yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit dengan jalur yang masih tetap tanah.
Namun pada jalur ini, kemiringan tanjakan lumayan terjal.
Sesampainya di Tampuono, maka akan disambut oleh warung – warung warga yang dapat dijadikan tempat beristirahan sejenak.
Terdapat juga sumber mata air yang bernama “Sendang Dewi Khunti” yang konon jika airnya diminum dapat memberikan keluruhan jiwa serta selalu ingat yang Kuasa.
Pos 2 (Tampuono) menuju Pos 3 (Eyang Sakri)
Setelah sampai di pos 2, Anda hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit saja untuk sampai di pos 3.
Dimana pos ini memiliki halaman yang luas dengan sebuah bangunan rumah yang terkunci rapat.
Pos 3 (Eyang Sakri) menuju Pos 4 (Eyang Semar)
Jika dari pos 3 menuju pos 4, Anda akan dihadapkan oleh jalur yang cukup menanjak dengan trek yang bebatuan.
Diperkirakan butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan.
Pos 4 (Eyang Semar) menuju Pos 5 (Makutoromo)
Perjalanan dari pos 4 menuju pos 5, jalanan kembali menanjak dengan kemiringan yang curam.
Diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 – 40 menit yang harus ditempuh untuk sampai di sebuah pelataran luas dengan sebuah punden berundak yang berada tepat di tengah.
Pos 5 ( Makutoromo) – Pos (Candi Sepilar) – Pos 7 (Jawa Dipa)
Dari pos 5 menuju pos 6 terbilang sangat dekat, cukup membutuhkan waktu 15 mmenit saja.
Terdapat 3 arca yang akan menyambut Anda, dan terdapat sebuah jalur menanjak di tengahnya dengan total 9 arca yang menghiasi bagian pinggir jalur.
Lalu Anda dapat langsung menuju pos 7 dengan jalur yang cukup menguras energi, dimana tanjakan tajam dengan kemiringan 25 derajat.
Diperkirakan membutuhkan waktu selama 1 jam 30 menit untuk bisa sampai di Jawa Dipa.
Pos 7 (Jawa Dipa) menuju Plawangan
Selepas pos 7, hutan pinus nampak menghiasi jalur kembali.
Dari kejauhan akan nampak Puncak Ogal – Agil yang berwujud runcing menandakan Anda sudah semakin dekat dengan tujuan.
Namun jalur kali ini terbilang sangat ekstrim sebab harus menanjak untuk bisa sampai di Plawangan.
Diperkiaran membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan.
Plawangan menuju Puncak Ogal – Agil
Usai menanjak, Anda akan bertemu dengan jalur yang landau namun berada di pinggiran jurang, pohon catingi dengan padang rerumputan.
Terdapat pertigaan dengan jalur ke kiri mengarah ke Lawang, dan jalur kanan kembali mengarah ke jalur yang menanjak dengan tajam.
Anda bisa terus berjalan hingga sampai di Puncak Ogal – Agil, dengan disambut lautan awan dengan bongkahan batu berukuran besar yang tersebar di Puncak Arjuno.
Bagaimana, sudah siap mendaki lewat jalur mistis yang satu ini?(Nafisa Ardilla/fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana