Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lezatnya Kue Kering Lebaran, Yuk Telisik Asal-usul di Balik Kudapan Legendaris ini

Aditya Novrian • Jumat, 5 April 2024 | 14:30 WIB

Ilustrasi kue kering. (Istimewa)
Ilustrasi kue kering. (Istimewa)


MALANG - Menjelang perayaan Idul Fitri, berbagai toko bahan kue yang ramai dengan pengunjung, diikuti dengan toko swalayan ramai menyediakan kue-kue lebaran baik untuk disajikan kepada tamu-tamu yang berkunjung ke rumah, atau dijadikan bingkisan bagi keluarga dan teman dekat.

Namun, masih banyak yang belum tahu asal-usul kudapan lezat yang telah menjadi makanan pokok di masa lebaran selain ketupat, karena berbeda dengan ketupat yang dipengaruhi dari budaya melayu, kue-kue lebaran seperti nastar, putri salju, dan kastengel, justru berasal dari pendatang Eropa.

Seperti kue kastengel juga menjadi salah satu kue pokok ketika lebaran, dilansir dari Indonesian Chef Association, seperti nastar, kastengel berasal dari Belanda, dan berasal dari Bahasa Belanda dari kata “kaas” yang berarti keju, dan “stengels” yang berarti batangan.


Kue kastengel pada awalnya memiliki panjang hingga 30 sentimeter, namun masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa kemudian memodifikasi kastengel menjadi hanya 3-4 sentimeter saja. Dengan bahan dasar berupa keju, kue kastengel memiliki cita rasa yang asin dan gurih, memberikan kesan berbeda dari kue kering lainnya, dan sangat cocok untuk dimakan bersama dengan minuman manis seperti teh dan sirup yang kerap disajikan saat menjamu tamu.


Kemudian kue nastar, muncul sejak masa penjajahan Belanda, dan dinamakan nastar karena berasal dari Bahasa Belanda “ananas” yang berarti nanas sebagai isiannya, dan “taartjes” yang berarti kue tart sebagai jenis adonan yang digunakan. Rasa manis dan asam dari isian selai nanas, dipadukan dengan rasa manis dan gurih yang membalut isian selainya, menjadi satu dalam kue yang berbentuk bulat dengan olesan telur yang mengkilap di atasnya.

Ternyata sangat diminati oleh masyarakat Indonesia hingga saat ini. Ada juga kue putri salju, seperti namanya, memiliki ciri khas berupa taburan gula halus pada bagian luar kue tersebut yang menyerupai salju, dengan asal kue tersebut yang awalnya populer di Jerman, yang kemudian dibawa ke Indonesia oleh para pendatang.

Kue ini juga sangat cocok dengan lidah masyarakat Indonesia, dengan bahan dasar berupa kacang mete yang gurih, berpadu dengan manisnya taburan gula halus, disajikan dalam berbagai bentuk sesuai selera, tentu menarik bagi tamu yang datang kerumah pada masa lebaran. Kue-kue tersebut secara tidak langsung telah menjadi contoh perkembangan budaya di Indonesia, yang datang ke Indonesia oleh para pendatang, dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan disesuaikan dengan masyarakat Indonesia, dan dijadikan tradisi hingga saat ini yang juga akan diwariskan di masa mendatang. (Hilmy Aksyam)

Editor : Aditya Novrian
#kue kering #lebaran #Ramadan