Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gunung Bromo: Profil Gunung Berapi Aktif Terkenal di Jawa Timur

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 9 April 2024 | 03:30 WIB

Photo
Photo
KABUPATEN MALANG - Gunung Bromo, juga dikenal dengan nama "Brama" dalam bahasa Tengger, disebut juga Kaldera Tengger.

Merupakan gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia.

Dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut, Gunung Bromo terletak di empat wilayah kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur, terutama karena statusnya sebagai gunung berapi aktif.

Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Baca Juga: Jalannya Sulit tapi Worth It! Rekomendasi 3 Pantai di Malang dengan Akses Jalan Makadam namun Eksotis

Gunung Bromo tidak masuk kedalam daftar “Gunung Ribu”.

Istilah "Ribu" berasal dari kata Bahasa Indonesia "ribu" yang berarti "seribu".

Yang mencerminkan fakta bahwa untuk memenuhi syarat sebagai puncak Ribu harus memiliki 1000 meter menonjol.

Saat ini, ada 192 puncak gunung ribu di seluruh Indonesia.

Beberapa gunung ribu terkenal termasuk Gunung Rinjani, Gunung Semeru, dan Gunung Kerinci.

Nama "Bromo" berasal dari nama dewa utama dalam agama Hindu, yaitu Brahma.

Gunung Bromo memiliki bentuk tubuh yang unik, dengan lembah, ngarai, kaldera, dan lautan pasir seluas sekitar 10 km persegi.

Kawah Gunung Bromo memiliki garis tengah sekitar ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat).

Daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 kilometer dari pusat kawah Bromo.

Gunung Bromo telah meletus beberapa kali selama abad ke-20 dan ke-21.

Dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun.

Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974.

Letusan terakhir terjadi pada 19 Juli 2019.

Bagi masyarakat Tengger, suku yang tinggal di sekitar Gunung Bromo, gunung ini dianggap sebagai gunung suci.

Pada tiap musim liburan, termasuk Lebaran, Gunung Bromo menjadi salah satu objek wisata yang paling laris.

Namun, TNBTS pemangku adat Bromo telah menjadwalkan adanya penutupan pada 2024.

Yakni pada 4-5 April dan 25-26 April 2024.

(claudia laura / fin).

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#wisata gunung bromo #Bromo #gunung bromo