Dikelilingi oleh keindahan alam dan destinasi menarik, tempat ini menawarkan pengalaman yang memikat bagi para wisatawan.
Salah satunya adalah lokasi wisata yang berada dekat exit tol Singosari Malang.
Baca Juga: 3 Objek Wisata Sekaligus Tempat Camping Recommended di Sekitaran Kawasan Gunung Semeru
Kebon Winih
Kebun Winih adalah destinasi perkebunan wisata yang berada di Desa Randuagung, Malang.
Tepatnya di Karangkunci, Randuangung, Kec. Singosari, Kabupaten Malang.
Dengan luas sekitar 5 hektar, Kebun Winih menawarkan pemandangan indah dan udara segar di tengah-tengah pegunungan Malang.
Lokasi wisata ini memberikan kenyamanan karena dikelilingi oleh pepohonan hijau dan terletak agak jauh dari jalan raya.
Sehingga tidak terganggu oleh suara kendaraan.
Kebun Winih juga dilengkapi dengan area tempat duduk yang nyaman dan berbagai fasilitas seperti kafe dan kolam renang.
Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir tanpa HTM.
Selain itu, terdapat juga kebun ternak di wilayah Kebun Winih.
Konsep taman rekreasi alamnya sangat cocok karena berlokasi di sebelah area persawahan dengan latar belakang Gunung Arjuna.
Di tempat ini, tersedia area bermain anak, kolam renang, dan tempat makan.
Setiap malam Minggu juga sering diadakan live music.
Museum Singhasari (Singosari)
Berlokasi di Perumahan Singhasari Residence, Krajan, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Museum ini diresmikan pada 20 Mei 2015.
Dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang.
Museum seluas kurang lebih 3.000 meter persegi ini menyimpan sekitar 345 peninggalan benda bersejarah dari Kerajaan Singosari.
Namun hanya 30% artefak yang merupakan koleksi asli, selain itu merupakan replika.
Pengunjung dapat menikmati koleksi museum ini tanpa membayar HTM alias gratis.
Dengan jam buka setiap Senin-Kamis dari jam 09.00 - 15.30 WIB dan Jum’at dari jam 09.00 - 15.00 WIB.
Namun tutup pada weekend atau hari libur nasional.
Pertirtaan Watu Gede
Petirtaan Watu Gede, yang terletak di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Pertirtaan ini merupakan tempat pemandian raja dan para putri raja pada masa Kerajaan Singosari (1222-1292).
Ditemukan oleh seorang arkeolog Belanda pada tahun 1925, petirtaan ini memiliki suasana yang teduh dan indah dipandang mata.
Ken Dedes, salah satu tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Singosari, juga dikatakan pernah mandi di sini.
Kawasan petirtaan ini terkenal dengan airnya yang jernih dan tiada henti mengalir dari area mulut.
Setelah mandi, raja atau putri-putri Kerajaan Singosari konon menuju Candi Sumberawan yang terletak di sebelah barat petirtaan untuk berdoa.
Gaya bangunan pemandian ini mengingatkan pada beberapa tempat di Bali.
Petirtaan Watugede buka setiap hari mulai jam 09.00 - 16.00 WIB.
Dengan HTM gratis, hanya perlu membayar biaya parkir. (claudia laura/fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana