KOTA MALANG - Wisata budaya yang dikelola secara swadaya di Polowijen Kota Malang menawarkan pengalaman yang unik dan berharga bagi pengunjung.
Dikelola dengan penuh semangat dan dedikasi oleh masyarakat lokal, destinasi ini memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian budaya dan warisan sejarah daerah.
Dengan beragam program dan kegiatan, wisata budaya ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi ajang edukasi yang memperkaya pengetahuan tentang sejarah dan budaya lokal.
Kampung Wisata Polowijen (KBP)
Kampung Budaya Polowijen merupakan salah satu kampung tematik yang terletak di Kota Malang.
Kampung ini dikenal dengan kekentalan nuansa budayanya, menyajikan berbagai kesenian seperti seni tari, musik, serta kerajinan topeng dan batik.
Lokasinya berada di Kel. Polowijen, Kec. Blimbing, Kota Malang.
Baca Juga: Inilah Tarian Khas Polowijen Malang Penyambut Kupatan
Menurut Buku Pararaton karya Drs. R. Pitono Hardjowardojo, Polowijen merupakan daerah asal Ken Dedes, yang dulunya dikenal sebagai Panawijen.
Di kampung ini terdapat situs bersejarah seperti Sumur Windu atau yang juga dikenal sebagai Petilasan Ken Dedes.
Pada tanggal 2 April 2017, Walikota Malang secara resmi menetapkan Kampung Budaya Polowijen atas gagasan dari tokoh setempat, Isa Wahyudi.
Kampung Budaya Polowijen telah mengembangkan budaya asli Polowijen sebagai warisan leluhur.
Termasuk pelestarian budaya dan situs bersejarah seperti Sumur Windu dan Situs Makam Mbah Reni (orang pertama yang membuat topeng Malangan).
Kampung Budaya Polowijen beroperasi setiap hari mulai jam 06.00 - 21.40 WIB.
Pengelola Kampung Budaya Polowijen belum menetapkan HTM resmi.
Jika Anda datang sendirian atau berdua, tidak akan dikenakan biaya atau gratis.
Namun, untuk rombongan akan biayanya mulai dari Rp 15.000 per orang dengan reservasi sebelum datang.
Aktivitas:
Aktivitas yang dapat dilakukan di kampung ini antara lain membuat topeng Malangan, belajar seni tari topeng Malangan, berdiskusi untuk menambah wawasan mengenai kebudayaan lokal, membuat batik tulis hingga ecoprint, serta belajar macapat.
Rute:
Rute menuju kampung ini dapat diakses dengan mudah menggunakan semua jenis kendaraan.
Arah Malang dan Surabaya
Dari Karanglo, Anda akan menemui jembatan layang (flyover) dan lewati jalan di bawahnya.
Setelah melewati lampu lalu lintas, Anda akan melintasi rel kereta api.
Sekitar 25 meter setelah rel kereta api, putar balik dan masuk ke jalan sebelah kiri menuju Jl. Cakalang, melewati pangkalan angkot ABB, kemudian belok kiri.
Setelah sampai di pertigaan Balai RW (Pos Paud), lurus sejauh sekitar 300 meter.
Di sebelah kiri jalan, Anda akan menemukan gapura masuk kompleks perumahan Kavling AURI.
Jika Anda ingin masuk ke Kavling AURI, Anda dapat bertemu langsung dengan Ki Demang, penggagas Kampung Budaya Polowijen.
Sedangkan jalan masuk Kampung Budaya Polowijen terletak di gang depan gapura Kavling AURI, masuk ke arah Makam Islam Polowijen.
Arah Batu
Dari jalan utama Batu - Malang, kamu bisa menuju ke Bumiayu dengan melewati Dau, Sengkaling, Tlogomas, dan Dinoyo.
Setibanya di Universitas Brawijaya, belok kiri melewati jembatan Suhat hingga mencapai bundaran patung pesawat.
Dari bundaran patung pesawat, terdapat dua jalur alternatif, lurus atau belok kanan.
Ambil jalur lurus, lewat Sudimoro hingga Jl. Ikan Tombro, lalu belok kanan masuk ke Jl. Cakalang (Polowijen Barat) hingga ujung.
Dari situ, belok kiri hingga SDN Polowijen 2, lalu belok kiri lagi masuk gang ke arah makam.
Kampung Budaya Polowijen berada di belakang SDN Polowijen 2.
Tips:
Tips yang perlu diperhatikan saat mengunjungi Kampung Budaya Polowijen antara lain adalah:
- Disarankan untuk menggunakan pakaian sopan dan tertutup.
- Belajar bahasa daerah setempat juga disarankan agar bisa berkomunikasi dengan penduduk lokal.
- Jangan masuk ke rumah adat tanpa panduan pemandu.
- Hormati tradisi dan hukum adat setempat,
- Serta jaga kebersihan dan keindahan objek wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan atau merusak fasilitas. (claudia laura / fin).