MALANG - Kampung tematik ini tepat berada di seberang Kampung Warna-warni.
Sesuai namanya, tiap sudut jalan dan rumah di Kampung Biru Arema didominasi warna biru yang identik dengan Arema.
Perkampungan ini terlihat Instagramable.
Bahkan banyak yang mengatakan mirip dengan Santorini di Yunani.
Setiap sudut tempat memiliki warna biru.
Keunikan lain dari Kampung Biru ini adalah di setiap sudut tembok terdapat gambar-gambar tiga dimensi.
Bedanya, gambar yang disajikan merupakan para pemain legenda klub sepak bola Arema sehingga para penggemar klub bola bisa berfoto dengan tokoh yang diinginkan.
Ada sekitar 500an rumah yang dicat biru, sehingga jika dipandang dari ketinggian sangat terlihat jelas kecantikan warna biru.
Daya Tarik dari Kampung Biru Arema
1. Berwarna Biru
Sebelumnya kampung ini bernama Embong Brantas.
Kemudian, rumah-rumah dicat biru dan menjadi Kampung Biru Arema.
Mengapa mereka memilih warna biru? Karena biru adalah warna untuk lambing klub sepak bola Arema Malang.
Kawasan ini memang penuh warna biru.
Bukan hanya tembok yang mereka cat biru, melainkan genteng hingga pintu dan jendela berwarna biru pula.
Bahkan pagar rumah pun bercat nuansa biru.
2. Lukisan Mural
keberadaan lukisan mural yang tersaji di hampir setiap tembok rumah.
Gambar tersebut adalah para pemain legendaris dari klub sepak bola Arema Malang.
Bagi penggemar klub bola, Anda bisa berfoto dengan pemain yang digemari.
Sebenarnya dari awal Anda masuk perkampungan tematik, sambutan pertama adalah mural Singo Edan.
Anda akan menemukannya di sisi kanan setelah menuruni beberapa anak tangga.
Singo Edan atau singa gila adalah identitas Arema dan julukan untuk klub bola kebanggaan Malang tersebut.
3. Produktif dan Kreatif
Selain mural, Anda juga dapat menemukan seni origami yang menempel permanen di dinding pintu masuk Kampung Biru. Origami tersebut hanya ada 4 di dunia. Unik, bukan?
Penempelan seni origami tersebut dilakukan oleh seniman origami Prancis.
Hal ini bisa terwujud karena pertukaran budaya dengan IFI (Institut Francais Indonesia) di bawah kedutaan besar Prancis.
Kemudian, masyarakat Kampung Biru juga cukup produktif dan lumayan kreatif.
Mereka mengelola urban farming dan vertical garden.
4. Pemandangan yang Indah
Kamu dapat menyaksikan tanaman buah dan sayuran di sepanjang jalan Kampung Biru.
Jajaran rapi buah stroberi sampai sawi menghiasi rumah-rumah di kampung wisata ini.
Pemandangan tersebut sangat sayang untuk dilewatkan.
Kabar baiknya, pihak pengelola akan menambah kebun vertikal dan pertanian urban untuk meningkatkan kunjungan wisatawan terutama setelah pandemik berakhir.
Jam Operasional dan Biaya Masuk Kampung Biru Arema
kampung wisata Biru Arema buka setiap hari dengan jam operasional mulai pukul 08.00 sampai 19.00 WIB.
Harga tiket masuk ke Kampung Biru Arema hanya Rp3.000 per orang.
Cukup murah, bukan? Namun, kamu tidak dilarang jika ingin berdonasi lebih untuk mendanai pengelolaan kampung wisata atau pengadaan acara dan kegiatan yang menarik wisatawan.
Untuk biaya parkirnya, Anda perlu membayar Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp3.000 untuk kendaraan roda empat.
Rute Menuju ke Kampung Biru Arema
Kampung Biru Arema berlokasi di Jalan Embong Brantas Rt 03 Rw 05, Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
Lokasi Kampung Biru Arema berjarak tempuh sekitar 2,4 km dari Kota Malang.
Anda dapat mencapainya kurang lebih dalam 6 menit dengan berkendara melewati Jalan Trunojoyo.
Jika Anda ingin mengakses dengan menggunakan angkutan umum, berangkatlah dari Terminal Arjosari atau terminal Hamidi Rusdi.
Anda dapat memilih angkutan umum dengan kode AMG dan AJG.
Keduanya melewati jembatan Embong Brantas di dekat Kampung Biru.
Anda dapat turun di jembatan tersebut dan tinggal berjalan kaki untuk menjangkau Kampung Biru Arema.
Kawasan Kampung Biru juga dekat atau berseberangan dengan Kampung Warna Warni Jodipan.
Anda dapat berjalan kaki melintasi tanggul yang letaknya di bawah jembatan.
Baca Juga: Menyelami Keberagaman Kampung Tematik Budaya yang Dikelola secara Swadaya di Polowijen Malang
Tips Berkunjung ke Kampung Biru Arema
- Pakai pakaian yang nyaman dan bisa menyerap keringat saat mengunjungi kampung biru agar lebih nyaman pula saat menjelajahi kampung.
- Menggunakan sepatu atau sandal yang nyaman untuk berjalan kaki jarak jauh.
- Sebelum berangkat ke kampung tematik, jangan lupa memakai tabir surya untuk melindungi wajah dan badan dari paparan sinar matahari selama berwisata.
- Tidak kalah penting juga, Anda harus mempersiapkan kamera atau telepon pintar dengan sebaik-baiknya.
- Hal penting yang juga tidak boleh diabaikan adalah menaati peraturan yang ada di tempat wisata.
Jagalah kebersihan di manapun petualangan Anda dan berusaha tidak merusak fasilitas atau objek di destinasi wisata yang Anda kunjungi. (saridn / fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana