RADAR MALANG - Malang, Jawa Timur menyimpan berbagai destinasi wisata air yang wajib dikunjungi untuk melepas penat dari aktivitas sehari hari, salah satunya Sumber Polaman.
Destinasi wisata ini terletak di kawasan lereng Gunung Arjuno.
Dengan ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut, Sumber Polaman menawarkan suasana asri yang sulit ditemukan di tempat lain.
Di lokasi ini, terdapat tiga kolam pemandian dengan air yang langsung bersumber dari mata air Gunung Arjuno.
Airnya jernih dan segar, menjadikannya tempat ideal untuk menikmati ketenangan alam.
Kolam tersebut adalah rumah bagi ratusan ekor ikan.
Selain itu, berbagai hewan liar masih sering ditemui di area sekitar Sumber Polaman.
Baca Juga: Indahnya Menyelami Bangkai Pohon Jenu di Sumber Jenon Malang
Selain keindahan pemandangan dan keasrian suasana, Sumber Polaman juga memiliki nilai sejarah yang kental.
Menurut legenda, lokasi ini pernah menjadi tempat pengasingan Raja Kadiri, Jayakatwang, setelah kekalahannya dari Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.
Selain itu, pada era kolonial Belanda, jaringan air dibangun di kawasan ini untuk memenuhi kebutuhan pemerintah. Sisa-sisa bangunan tersebut masih dapat ditemukan hingga kini.
Sayangnya, bentuk asli Sumber Polaman telah banyak berubah akibat tambahan bangunan modern seperti patung dan replika arca.
Pengelolaan tempat ini juga masih bergantung pada masyarakat setempat, dengan minim perhatian dari pemerintah.
Baca Juga: Sumber Sira, Wisata Air Merakyat di Malang untuk Menyegarkan Diri dan Pikiran
Meskipun demikian, akses ke lokasi cukup mudah melalui Jalan Raya Malang-Surabaya via Jalan Indrokilo.
Untuk menikmati wisata ini, pengunjung hanya perlu membayar tarif parkir Rp2.000 tanpa tiket masuk.
Namun, ada aturan tidak tertulis yang perlu diperhatikan, seperti menjaga kebersihan dan tidak mengganggu ikan di kolam.
Mitos setempat menyebutkan ikan-ikan tersebut sebagai peliharaan leluhur yang harus dihormati.
Dengan keindahan alam, nilai sejarah, dan aksesibilitas yang mudah, Sumber Polaman menjadi destinasi yang layak dikunjungi untuk merasakan kedamaian di tengah pesona alam Malang. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian