RADAR MALANG - Klenteng Eng An Kiong, yang terletak di Jalan Brantas, Kota Malang, Jawa Timur, merupakan salah satu bangunan bersejarah dan cagar budaya yang menyimpan kisah panjang tentang keberadaan komunitas Tionghoa di Kota Malang.
Klenteng ini bukan hanya tempat ibadah bagi umat Tri Dharma (Khonghucu, Taoisme, dan Buddha), tetapi juga menjadi simbol toleransi dan keragaman budaya di Kota Malang.
Klenteng Eng An Kiong dibangun pada abad ke-18 oleh Letnan Kwee Sam Hway, keturunan generasi ke-7 dari seorang jenderal pada masa Dinasti Ming.
Pembangunan klenteng ini dilakukan dalam dua fase.
Fase pertama dimulai pada tahun 1825 dengan pembangunan ruangan tengah klenteng.
Fase kedua dilakukan pada tahun 1895 hingga 1934, dengan pembangunan bangunan lainnya.
Nama "Eng An Kiong" memiliki makna yang sangat dalam, yaitu "Istana Keselamatan dalam Keabadian Tuhan".
Nama ini mencerminkan harapan dan keyakinan umat Tri Dharma untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Klenteng Eng An Kiong juga merupakan persembahan kepada Dewa Bumi, yang dipercaya sebagai penguasa alam dan pelindung manusia.
Klenteng Eng An Kiong bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kehidupan bagi komunitas Tionghoa di Kota Malang.
Klenteng ini menjadi tempat untuk berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan, seperti perayaan Imlek, upacara keagamaan, dan pertemuan sosial.
Klenteng Eng An Kiong juga menjadi tempat untuk pendidikan dan pelestarian budaya Tionghoa.
Klenteng Eng An Kiong memiliki arsitektur yang khas dan unik, yang memadukan unsur tradisional Tionghoa dengan sentuhan lokal.
Klenteng ini memiliki atap berbentuk pelana yang khas, ornamen dan ukiran yang rumit, dan warna-warna cerah yang melambangkan kegembiraan dan kemakmuran.
Klenteng Eng An Kiong berdiri kokoh di tengah masyarakat Kota Malang yang multikultural.
Keberadaan klenteng ini menjadi bukti nyata dari toleransi dan keragaman budaya di Kota Malang.
Klenteng Eng An Kiong menjadi tempat pertemuan bagi berbagai suku, agama, dan budaya, yang hidup rukun dan damai di Kota Malang.
Klenteng Eng An Kiong telah ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Kota Malang.
Klenteng ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya yang menarik di Kota Malang.
Klenteng Eng An Kiong juga menjadi salah satu tempat untuk mempelajari sejarah dan budaya Tionghoa di Indonesia. (Adrian Irfan Pratama)
Editor : Aditya Novrian