RADAR MALANG - Candi Sumberawan, sebuah situs bersejarah yang terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, adalah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga di Indonesia.
Candi ini, yang berdiri di kaki Gunung Arjuno, diyakini berasal dari masa Kerajaan Majapahit pada abad ke-14.
Berbeda dengan kebanyakan candi di Jawa Timur yang berbentuk candi induk atau memiliki arca dewa-dewi, Candi Sumberawan hanya berupa stupa sederhana yang memancarkan ketenangan dan kesederhanaan.
Dalam prasasti Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365, Candi Sumberawan disebut sebagai "Kasurangganan," yang berarti taman surga.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya situs ini pada masa lalu sebagai tempat peristirahatan dan meditasi bagi para raja dan bangsawan Majapahit.
Keberadaan mata air alami di sekitar candi juga menambah kesakralan tempat ini, menjadikannya sebagai sumber air yang tak pernah kering dan dianggap suci oleh masyarakat setempat.
Seiring berjalannya waktu, Candi Sumberawan telah melalui berbagai fase pemugaran untuk melestarikan keindahannya.
Pada tahun 1935, pemerintah Hindia Belanda melakukan upaya pertama untuk memugar candi ini, diikuti dengan beberapa pemugaran tambahan oleh pemerintah Indonesia.
Meskipun bangunan asli candi tidak selengkap candi-candi lain, namun aura spiritual dan sejarah yang terkandung di dalamnya tetap terasa kuat.
Saat ini, Candi Sumberawan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya yang populer di Malang.
Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya dapat menikmati keindahan candi, tetapi juga pemandangan alam sekitarnya yang masih asri.
Mata air yang berada di sekitar candi sering digunakan oleh penduduk lokal untuk bersembahyang dan melakukan ritual adat, menunjukkan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan dihormati hingga kini.
Selain menjadi tujuan wisata, Candi Sumberawan juga menjadi tempat penelitian bagi para arkeolog dan sejarawan yang ingin menggali lebih dalam mengenai sejarah dan budaya Kerajaan Majapahit.
Setiap tahunnya, berbagai kegiatan budaya dan religius diadakan di tempat ini, seperti upacara pembersihan candi dan perayaan hari-hari besar keagamaan, menjadikannya sebagai pusat kegiatan masyarakat lokal yang penuh makna. (Adrian Irfan Pratama)
Editor : Aditya Novrian