Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menggali Sejarah Jalan Ijen Malang, Dari Pembangunan Hindia Belanda hingga Destinasi Wisata

Aditya Novrian • Jumat, 20 Desember 2024 | 22:30 WIB
Jalan Besar Ijen Kota Malang yang bisa mewakili ekspresi kata
Jalan Besar Ijen Kota Malang yang bisa mewakili ekspresi kata

RADAR MALANG - Jalan Ijen, yang juga dikenal sebagai Ijen Boulevard, merupakan salah satu jalan paling ikonik di Kota Malang, Jawa Timur.

Sejarahnya yang kaya mencerminkan perjalanan panjang dari masa Hindia Belanda hingga menjadi destinasi wisata yang populer saat ini.

Pembangunan Jalan Ijen dimulai pada tahun 1935 dan berlangsung hingga 1960.

Arsitek Belanda, Ir. Herman Thomas Karsten, memprakarsai proyek ini dengan tujuan menciptakan kawasan elit bagi pejabat dan pengusaha Belanda.

Jalan ini dirancang sebagai boulevard dengan tata letak yang indah, termasuk taman di tengah dan pohon palem di sepanjang sisi jalan.

Proyek pembangunan Jalan Ijen dilakukan dalam beberapa tahapan:

Tahap Pertama (1935-1940): Dimulai dari Perempatan Bareng hingga Gereja Katedral.

Tahap Kedua (1940-1960): Dilanjutkan dari Gereja Katedral hingga Perempatan Lonceng di Jalan Bandung.

Kedua tahap ini kemudian digabungkan menjadi satu kesatuan yang dikenal sebagai Jalan Ijen.

Pada masa Hindia Belanda, Jalan Ijen menjadi kawasan mandiri dan elit.

Keberadaan bangunan-bangunan kuno bergaya arsitektur Belanda menunjukkan kemewahan kawasan ini.

Salah satu bangunan bersejarah yang masih ada adalah bekas rumah listrik milik perusahaan ANIEM, yang berfungsi untuk menerangi kawasan tersebut.

Saat ini, Jalan Ijen tidak hanya menjadi jalur transportasi utama tetapi juga salah satu destinasi wisata favorit di Malang.

Wisatawan datang untuk menikmati keindahan arsitektur kolonial dan suasana yang kental dengan nuansa Eropa.

Selain itu, kawasan ini juga sering digunakan untuk acara Car Free Day setiap Minggu pagi, menjadikannya tempat berkumpul bagi masyarakat lokal. (Adrian Irfan Pratama)

Editor : Aditya Novrian
#sejarah #jalan ijen #pembangunan #arsitektur kolonial #destinasi wisata #hindia belanda