RADAR MALANG - Kota Malang memang dikenal dengan sejarahnya yang kuat, khususnya di zaman kolonial.
Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel yang terletak di Jalan Merdeka Barat No. 9, Kota Malang, juga menyimpan sejarah yang menarik.
Yakni dua buah Alkitab kuno yang sekaligus menjadi bukti perjalanan GPIB Immanuel Kota Malang.
Sebagai informasi, GPIB Immanuel merupakan salah satu gereja tertua di Kota Malang.
Tempat ibadah umat Kristen Protestan itu dibangun pada 1861.
Sehingga, dua Alkitab kuno ini merupakan peninggalan dari zaman penjajahan Belanda.
Ada tertulis bahwa Alkitab tersebut dicetak pada tahun 1618 dan 1715 Masehi.
Artinya, dua Alkitab kuno itu sudah berusia sekitar 300 hingga 400 tahun.
Sampulnya terbuat dari kulit domba jantan Belanda yang berwarna coklat.
Menurut Pendeta GPIB Immanuel Kota Malang, Richard Agung Surjahjono, itu digunakan sebagai simbol keagamaan untuk gereja Protestan Belanda.
Kedua Alkitab itu pun disimpan dalam lemari kaca.
Pihak gereja juga memberikan lampu untuk menyinari kedua Alkitab untuk menghindari adanya pelapukan.
Karena termasuk sebagai saksi sejarah dan barang langka, banyak kolektor ingin mengincar hingga membeli kedua Alkitab kuno ini.
Ada juga wisatawan Belanda yang ingin membeli guna mengembalikannya ke Belanda.
Bahkan, Pemerintah Kota Malang juga pernah meminta Alkitab kuno tersebut untuk disimpan.
Namun, semua itu ditolak oleh pihak GPIB Immanuel Kota Malang.
Sebab, kedua Alkitab kuno itu merupakan peninggalan penting bagi sejarah gereja.
Mnenurut Richard, sejarah GPIB Immanuel Kota Malang tidak berarti apa-apa tanpa dua Alkitab tersebut.
Pihak gereja juga tidak menginginkan kedua Alkitab itu untuk diperjualbelikan. (CLEMENS KRISTO BUDIUTOMO)
Editor : Aditya Novrian