Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keindahan Ranu Pani, Gerbang Menuju Petualangan di Gunung Semeru

Aditya Novrian • Senin, 23 Desember 2024 | 21:15 WIB
Foto Pemandangan Ranu Pani (sumber: pinterest)
Foto Pemandangan Ranu Pani (sumber: pinterest)

RADAR MALANG - Desa Ranu Pani, terletak di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, merupakan gerbang utama bagi para pendaki yang ingin menaklukkan Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl.

Keindahan alam dan budaya yang kaya menjadikan Ranu Pani sebagai destinasi wisata yang menarik.

Ranu Pani dikelilingi oleh pemandangan alam yang memukau, termasuk dua danau terkenal: Danau Ranu Regulo dan Danau Ranu Kumbolo.

Danau-danau ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan bagi para pendaki, tetapi juga menawarkan panorama yang menakjubkan.

Namun, sayangnya, Danau Ranu Pani mengalami pendangkalan yang signifikan akibat sedimentasi dan aktivitas manusia.

Pada tahun 1998, kedalaman danau ini mencapai 12 meter, namun kini hanya tersisa sekitar 7 meter.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang meliputi area ini kaya akan keanekaragaman hayati.

Para pengunjung dapat menemukan berbagai jenis flora dan fauna yang dilindungi, menjadikannya lokasi yang ideal untuk para pencinta alam dan fotografer.

Penduduk desa Ranu Pani merupakan bagian dari Suku Tengger, keturunan masyarakat Jawa dari era Kerajaan Majapahit.

Mereka memiliki tradisi dan budaya yang masih terjaga hingga kini.

Setiap tahun, warga desa menggelar ritual bersih desa dan upacara unan-unan yang dipimpin oleh dukun adat.

Kehidupan masyarakat di sini sangat erat kaitannya dengan pertanian, komoditas utama seperti kentang, bawang daun, dan kubis menjadi andalan ekonomi mereka.

Sebagian besar penduduk desa berprofesi sebagai porter, yang bertugas membantu membawa barang-barang pendaki serta memberikan panduan selama perjalanan menuju puncak Gunung Semeru.

Profesi ini biasanya diwariskan secara turun-temurun dan menjadi sumber penghidupan penting bagi warga setempat.

Untuk mencapai Ranu Pani dari Kota Malang, wisatawan dapat menggunakan angkutan umum hingga Pasar Tumpang, kemudian melanjutkan perjalanan dengan mobil jip atau ojek.

Perjalanan ini memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Dengan semakin banyaknya pengunjung setiap tahun, infrastruktur di desa ini terus berkembang meskipun tantangan lingkungan tetap ada.

Kondisi lingkungan di sekitar Ranu Pani memerlukan perhatian serius. Aktivitas pertanian dan limbah dari pengunjung menyebabkan dampak negatif pada ekosistem danau.

Sejak tahun 2010, TNBTS telah bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk melakukan program perbaikan lingkungan guna mengembalikan fungsi alami danau.

Ranu Pani bukan hanya sekadar titik awal untuk mendaki Gunung Semeru, ia adalah tempat di mana keindahan alam bertemu dengan kekayaan budaya.

Dengan upaya konservasi yang berkelanjutan dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, Ranu Pani dapat terus menjadi destinasi petualangan yang menarik bagi generasi mendatang. (Adrian Irfan Pratama)

Editor : Aditya Novrian
#gunung semeru #ranu pani #suku tengger #danau #indonesia #alam #konservasi lingkungan #pendakian #desa wisata