MALANG KOTA - Seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Kajoetangan Heritage, pemkot harus melakukan penataan.
Salah satunya adalah menata pentas musik di jalur pedestrian.
Rencananya, grup musik yang pentas akan disebar ke titik lain.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengatakan, tak semua grup musik akan disebar.
Grup musik yang sudah sering tampil bisa tetap mengisi di tempat yang sudah ditentukan.
”Jadi tidak lagi pertunjukan musik Kajoetangan, karena akan lebih fleksibel,” jelas Baihaqi.
Baihaqi menyebut masih mematangkan rencana tersebut.
Sebab, pentas musik yang sudah berjalan hampir dua tahun itu jadi daya tarik.
Maka perlu konsep yang lebih matang supaya grup musik yang sudah tampil tak dirugikan.
Melalui pertunjukkan tersebut pihaknya membuka kesempatan bagi pemusik lainnya untuk turut mendaftar.
Sementara untuk saat ini rata-rata ada tiga pertunjukan musik setiap harinya.
Jumlah tersebut sudah menurun dibandingkan dengan tahun lalu yang sebanyak empat hingga enam titik setiap harinya.
Karena memang, kata Baihaqi, pertunjukan musik tersebut digelar guna mengundang wisatawan agar lebih tertarik untuk mengunjungi Kajoetangan.
Sehingga saat jumlah kunjungan sudah tinggi seperti saat ini, pihaknya akan mulai mengalihkan sebagian pertunjukan musik ke destinasi wisata lain.
Tujuannya pun untuk meratakan sebaran pengunjung.
Untuk tampil selama sekitar 3 jam, pihaknya memberi uang transportasi sebesar Rp 500 ribu per grup musik.
”Karena mereka kan butuh membawa alat-alat musik yang tidak sedikit,” ungkap pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. (dur/adn)
Editor : Aditya Novrian