GEDANGAN - Tak banyak perubahan di Pantai Wonogoro pasca diterjang banjir pada akhir November.
Pantai yang terletak di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan itu tetap tidak diperbaiki.
Hanya dilakukan proses pembersihan saja.
BUMDes Samudera Emas selaku badan pengelola pantai tersebut tetap membuka kawasan tersebut untuk wisatawan.
Seperti diketahui, banjir di pantai itu terjadi pada 28 November lalu.
Bersamaan dengan banjir di enam kecamatan lainnya.
Air bah mengalir dari dua muara sungai.
Yakni Sungai Beji dan Mbarek.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan di jalan, loket, tempat parkir, dan beberapa gasebo.
Sekitar enam warung yang ada di sana juga ikut terendam.
Pembersihan dari lumpur dan sampah bawaan air bah sudah dilakukan setelah terjadi bencana sampai 14 Desember.
Juga dilakukan perbaikan kecil pada jalan dan loket.
”Setelah itu tidak ada perbaikan tambahan.
Tidak ada pembangunan ulang gasebo,” kata Direktur BUMDes Samudera Emas Suliswanto, kemarin (23/12).
Bekas abrasi akibat luapan air bah di area pantai juga tidak disentuh Pasalnya, karena masih terus diguyur hujan, pengelola juga was-was akan adanya banjir lagi.
Kenaikan air dari dua aliran sungai dalam beberapa hari terakhir sempat meninggi dan menyebabkan genangan.
Namun tidak separah 28 November lalu.
Itu membuat kegiatan pembersihan dari sampah dan sedimen dari sungai masih terus dilakukan sampai kemarin.
Suliswanto mengatakan bila Pantai Wonogoro baru dibuka kembali mulai hari Minggu (22/12).
”Sekitar200 orang sudah mulai datang.Tapihariini(kemarin) belum terpantau ada yang masuk,” sebutdia.
Kunjungan pada hari libur yang cukup banyak itu membawa sedikit harapan bagi pengelola dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pihaknya berharap adanya peningkatan pengunjung di pantai yang terkenal akan pasir hitam dan putih ter sebut.
Targetnya juga cukup banyak. ”Harapannya sam pai dua ribu pengunjung selama Nataru ini,” tandas Suliswanto. (biy/by)
Editor : Aditya Novrian