Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Yuk Kenali Museum Brawijaya, Jejak Sejarah Perjuangan Kemerdekaan

Aditya Novrian • Kamis, 26 Desember 2024 | 22:55 WIB
museum brawijaya (source: google maps image)
museum brawijaya (source: google maps image)

RADAR MALANG. Berlokasi di Jalan Ijen No. 25, Kota Malang, Jawa Timur, Museum Brawijaya menjadi saksi bisu perjalanan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Tempat ini tidak hanya difungsikan sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan penelitian mengenai perlawanan bangsa terhadap penjajahan.

Museum ini menyimpan beragam koleksi peninggalan yang menggambarkan kegigihan para pahlawan masa lalu. Koleksinya meliputi kendaraan perang, seragam militer, senjata api, aneka keris, hingga teknologi komputer zaman dulu.

Salah satu koleksi ikoniknya adalah Gerbong Maut, saksi bisu tragedi kemanusiaan yang menewaskan banyak rakyat Indonesia dalam perjalanan dari Bondowoso ke Surabaya.

Koleksi lainnya yang tak kalah menarik adalah mortir yang dibuat dari bahan-bahan seadanya seperti tiang listrik dan tiang telepon. Mortir buatan Pabrik Meritjan, Kediri, pada tahun 1945 ini memiliki kaliber 50 mm dan 90 mm.

Hal ini menunjukkan kreativitas para pejuang di tengah keterbatasan bahan baku akibat kondisi perang. Pembuatan senjata tersebut juga tak lepas dari pengaruh Jepang yang melatih masyarakat Indonesia melalui organisasi PETA (Pembela Tanah Air).

Salah satu peristiwa besar yang memanfaatkan senjata hasil karya para pejuang adalah Pertempuran 10 November di Surabaya, yang menjadi tonggak heroisme bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Selain koleksi benda bersejarah, Museum Brawijaya memiliki perpustakaan yang menyediakan buku-buku, dokumen-dokumen perjuangan TNI, dan referensi umum yang relevan dengan sejarah pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Fasilitas ini menjadi sumber daya penting bagi masyarakat yang ingin mempelajari lebih dalam tentang sejarah bangsa.

Museum ini didirikan oleh Brigjen TNI (Purn) Soerachman, mantan Panglima Kodam V/Brawijaya periode 1959–1962, dan diresmikan pada 14 Mei 1968.

Nama “Museum Brawijaya” merujuk pada makna “Citra Uthapana Cakra,” yang menggambarkan sinar pembangkit semangat dan kekuatan.

Dengan biaya masuk sebesar Rp10.000 per orang, pengunjung dapat menikmati pameran benda-benda bersejarah tersebut.

Museum Brawijaya buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan bangsa.

Museum Brawijaya tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga simbol penghormatan atas perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan. Apakah Anda siap menjelajahi kisah-kisah heroik di tempat ini? (Silvia)

Editor : Aditya Novrian
#Wisata #Kota Malang #museum brawijaya #Edukatif