Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Eksplorasi Sejarah dan Arsitektur Unik di Kompleks Pemakaman Bong Londo

Aditya Novrian • Senin, 30 Desember 2024 | 00:52 WIB
Foto Bong Londo di Sukun Malang
Foto Bong Londo di Sukun Malang

RADAR MALANG - Kompleks Pemakaman Sukun Nasrani, yang lebih dikenal dengan sebutan Bong Londo, merupakan salah satu situs bersejarah yang terletak di Kota Malang.

Dikenal karena arsitektur kolonial Belanda yang megah dan nilai sejarah yang mendalam, kompleks ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi orang-orang Eropa, tetapi juga mencerminkan perjalanan sejarah Indonesia dari era kolonial hingga kemerdekaan.

Kompleks pemakaman ini dibangun pada tahun 1920, selama masa Bouwplan III di bawah kepemimpinan Wali Kota Malang pertama, H.I. Bussemaker.

Awalnya, kompleks ini diperuntukkan bagi warga Eropa yang tinggal di Malang, namun seiring berjalannya waktu, fungsinya berkembang menjadi tempat pemakaman umum yang mencakup berbagai etnis, termasuk Tionghoa dan warga negara Indonesia.

Selama masa pendudukan Jepang, kompleks ini juga menjadi tempat persemayaman tentara Jepang, dengan adanya Monumen Jepang yang masih dapat dilihat hingga kini.

Setiap tahun, upacara penghormatan diadakan untuk mengenang para tentara yang dimakamkan di sana.

Salah satu daya tarik utama Bong Londo adalah gerbang Makam Sukun yang dirancang oleh arsitek Belanda terkenal, Herman Thomas Karsten.

Gerbang ini memiliki desain yang khas dengan fasad menjulang tinggi dan detail arsitektur yang artistik.

Dengan luas mencapai 12 hektare, kompleks ini menampilkan berbagai bentuk makam yang indah, lengkap dengan pilar, patung malaikat, dan prasasti yang menambah keanggunan tempat ini.

Bangunan gerbang tidak hanya berfungsi sebagai akses masuk tetapi juga sebagai simbol kekuatan arsitektur kolonial yang mampu bertahan hingga saat ini.

Keberadaan simbol-simbol Freemason pada beberapa nisan di kompleks ini juga menambah daya tariknya sebagai objek penelitian sejarah.

Bong Londo tidak hanya sekadar tempat pemakaman, ia juga merupakan sumber pendidikan sejarah yang kaya.

Banyak tokoh penting dari berbagai latar belakang dimakamkan di sini, seperti Dr. Eyken dan Gerrit Christian Renardel de Lavalette.

Keberadaan mereka memberikan wawasan tentang kehidupan sosial dan budaya pada masa itu.

Kompleks ini juga menjadi lokasi ritual keagamaan rutin seperti Misa Arwah setiap bulan November dan upacara penghormatan di Monumen Jepang.

Kegiatan-kegiatan ini menunjukkan bahwa Bong Londo tetap relevan dalam konteks keagamaan dan sosial masyarakat saat ini.

Dengan segala keunikan dan nilai sejarahnya, Bong Londo telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya pada tahun 2021.

Namun, tantangan untuk melestarikan situs bersejarah ini tetap ada, terutama mengingat adanya penjarahan dan kerusakan pada beberapa bagian makam.

Upaya pelestarian sangat penting agar generasi mendatang dapat belajar dari sejarah dan menghargai warisan budaya yang ada.

Kompleks Pemakaman Sukun Nasrani atau Bong Londo adalah contoh nyata dari perpaduan antara sejarah, arsitektur unik, dan nilai budaya yang kaya.

Melalui eksplorasi lebih lanjut terhadap situs ini, kita tidak hanya menghargai keindahan arsitekturalnya tetapi juga memahami perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia dari masa kolonial hingga kini. (Adrian Irfan Pratama)

Editor : Aditya Novrian
#sejarah #Arsitektur Kolonial Belanda #sukun #komplek #warisan budaya #Pemakaman