RADAR MALANG - Coban Telaga Warna adalah salah satu destinasi wisata tersembunyi yang menakjubkan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Terletak di perbatasan antara Desa Purwoharjo dan Sidorenggo, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 90 meter dan menawarkan pemandangan alam yang sangat memukau.
Keindahan Coban Telaga Warna terletak pada kolam di bawah air terjun yang memiliki warna-warna yang bervariasi, mulai dari biru, hijau, hingga cokelat, yang membuatnya terlihat seperti lukisan alam yang hidup.
Baca Juga: Malam Tahun Baru di Malang, Ini Spot untuk Menikmati Kembang Api yang Wajib Dikunjungi
Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung harus melakukan perjalanan melewati hutan dan medan berbatu yang menantang.
Meskipun perjalanan menuju Coban Telaga Warna mungkin melelahkan, keindahan alam yang akan disaksikan setibanya di sana pasti akan menghapus semua rasa lelah.
Selama perjalanan, pengunjung dapat menikmati pemandangan hijau yang asri dan udara segar yang menyejukkan.
Coban Telaga Warna belum dikelola secara profesional, sehingga fasilitas di sekitar lokasi masih sangat terbatas.
Meskipun demikian, pengunjung dapat menemukan kamar mandi dan warung makan di area permukiman penduduk terdekat.
Untuk saat ini, tiket masuk ke Coban Telaga Warna adalah gratis, dan lokasi ini buka 24 jam setiap hari, sehingga pengunjung dapat datang kapan saja.
Baca Juga: Wiken Wisata Kampung Enem, Spot Jepret Foto Paling “Anak Alam”
Lokasi Coban Telaga Warna berada di Dusun Sumber Pitu, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, sekitar 56 km dari pusat Kota Malang.
Waktu tempuh untuk mencapai lokasi ini adalah sekitar satu setengah jam dengan kendaraan bermotor.
Rute perjalanan dari Kota Malang dapat dimulai dengan menuju Kepanjen, kemudian melanjutkan ke Gondanglegi–Turen–Dampit–Tirtoyudo.
Setelah itu, ikuti petunjuk arah menuju Kecamatan Ampelgading hingga tiba di lokasi air terjun.
Coban Telaga Warna menyimpan potensi untuk menjadi destinasi wisata yang lebih dikenal di masa depan.
Coban Telaga Warna layak menjadi pilihan bagi siapa saja yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari dan merasakan kedamaian alam yang sesungguhnya. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian