Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kisah Nostalgia di Toko Oen, Tempat Berkumpul Orang Belanda di Malang

Aditya Novrian • Senin, 30 Desember 2024 | 22:10 WIB
Foto Toko Oen (sumber: pinterest)
Foto Toko Oen (sumber: pinterest)

RADAR MALANG - Toko Oen, sebuah kafe legendaris yang terletak di pusat Kota Malang, bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga sebuah saksi sejarah kehidupan masyarakat Belanda di Indonesia.

Didirikan pada tahun 1930 oleh Liem Gien Nio dan suaminya, Oen Tjoen Hok, Toko Oen awalnya merupakan toko roti yang kemudian berkembang menjadi restoran dengan menu yang menggabungkan masakan Indo-Holand dan berbagai kuliner Eropa lainnya.

Toko Oen memiliki akar sejarah yang dalam, berawal dari sebuah toko di Yogyakarta yang dibuka pada tahun 1912.

Sebutan "Oen" diambil dari nama suami pendirinya.

Sejak saat itu, Toko Oen telah menjadi simbol nostalgia bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang pernah tinggal di Malang pada masa kolonial.

Selama era tersebut, Toko Oen menjadi tempat berkumpul orang-orang Belanda setiap akhir pekan, menciptakan suasana akrab di tengah hiruk-pikuk kota.

Bangunan Toko Oen mempertahankan arsitektur kolonial yang khas, menjadikannya sebagai bangunan cagar budaya.

Interiornya masih asli dengan ornamen-ornamen kuno yang membawa pengunjung kembali ke masa lampau.

Pengunjung dapat menikmati hidangan sambil merasakan atmosfer yang tak berubah sejak dibuka.

Toko Oen menawarkan berbagai menu yang kaya rasa dan beragam pilihan.

Dari es krim klasik hingga hidangan utama seperti steak dan nasi goreng, semua disajikan dengan resep otentik yang telah diwariskan turun-temurun.

Menu dessert seperti kue manis dan es krim tetap menjadi favorit pengunjung, baik lokal maupun mancanegara.

Bagi wisatawan asing, terutama dari Belanda, Toko Oen bukan hanya tempat untuk menikmati makanan tetapi juga untuk bernostalgia.

Banyak dari mereka datang untuk mengenang masa lalu ketika mereka tinggal di Malang atau sekadar menikmati suasana kafe yang klasik ini.

Saat memasuki Toko Oen, pengunjung akan disambut oleh aroma roti manis dan suasana nyaman yang khas.

Tulisan selamat datang dalam bahasa Belanda "Welkom in Malang Toko Oen Die Sinds 1930 Aan de Gasten Gezelligheid Geeft" menyambut setiap tamu dengan hangat.

Interiornya dipenuhi dengan perabotan klasik dan foto-foto bersejarah yang menceritakan perjalanan panjang Toko Oen.

Selain itu, ada juga ruang khusus yang dulunya digunakan untuk berdansa, menambah daya tarik bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman berbeda saat berkunjung.

Dengan penempatan kursi kayu dan rotan serta meja bundar, Toko Oen menciptakan suasana santai dan akrab bagi pengunjung.

Toko Oen lebih dari sekadar restoran, ia adalah bagian dari sejarah kuliner Indonesia yang tak tergantikan.

Dengan menu legendaris dan atmosfer nostalgia, tempat ini terus menarik perhatian wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Mengunjungi Toko Oen adalah seperti melakukan perjalanan waktu ke masa lalu, merasakan kehidupan masyarakat Belanda di Malang sambil menikmati hidangan lezat. (Adrian Irfan Pratama)

Editor : Aditya Novrian
#sejarah #orang belanda #tempat Kumpul #Nostalgia #Toko Oen Malang #Wisata #kuliner legendaris malang