RADAR MALANG - Taman Langit Gunung Banyak membawa pengunjung merasakan sensasi menjadi penghuni kahyangan.
Destinasi wisata ini terletak di Kota Batu, Jawa Timur.
Dengan pemandangan alam yang menakjubkan dari ketinggian 1.315 meter di atas permukaan laut, tempat ini menjadi pilihan sempurna bagi mereka yang mencari ketenangan dan keindahan alam.
Lokasi Taman Langit berada di Jalan Gunung Banyak, Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, sekitar 500 meter dari Puncak Paralayang Batu.
Taman ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dan menawarkan tiket masuk yang sangat terjangkau, yaitu Rp10.000 per orang.
Pengunjung juga perlu membayar biaya parkir dan tiket tambahan untuk akses ke beberapa fasilitas tertentu.
Daya tarik utama Taman Langit adalah pemandangan spektakuler yang bisa dinikmati dari berbagai spot foto menarik.
Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai patung unik seperti patung malaikat dan singa raksasa, serta spot foto instagramable lainnya yang dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang memukau.
Pada malam hari, panorama city lights Kota Batu menambah suasana romantis dan magis di tempat ini.
Fasilitas di Taman Langit sudah cukup lengkap, termasuk toilet, area parkir, musala, dan warung makan.
Bagi yang ingin bermalam, tersedia area berkemah serta penginapan dengan tarif mulai dari Rp750.000 hingga Rp850.000 per malam.
Selain itu, Taman Langit juga terkenal sebagai lokasi olahraga paralayang. Pengunjung dapat merasakan sensasi terbang sambil menikmati pemandangan luar biasa.
Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman terbaik saat berkunjung ke Taman Langit Gunung Banyak, disarankan untuk datang pada hari kerja untuk menghindari keramaian dan mendapatkan kesempatan berfoto lebih leluasa.
Waktu kunjungan juga penting, pagi hari adalah waktu terbaik untuk menikmati udara segar dan mendapatkan foto dengan pencahayaan optimal
Dengan semua daya tarik dan fasilitas yang ditawarkan, Taman Langit Gunung Banyak adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Malang atau Jawa Timur. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian