Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menjelajahi Kelezatan Jajanan Tradisional di Malang, dari Putu hingga Jenang Grendul

Aditya Novrian • Kamis, 6 Februari 2025 | 22:00 WIB
Salah satu hidangan yang disajikan di
Salah satu hidangan yang disajikan di

MALANG KOTA—Bukan hanya dikenal dengan suasana sejuk dan destinasi wisatanya, tetapi juga kekayaan kuliner tradisional yang menggugah selera.

Bagi pecinta kuliner lawas, beberapa tempat di Malang menawarkan pengalaman mencicipi jajanan tradisional dengan cita rasa otentik yang tetap terjaga.

Berikut rekomendasi tempat makan yang wajib dikunjungi bagi pecinta kuliner tradisional di Kota Malang.

Puthu Lanang Malang

Putu adalah salah satu jajanan tradisional yang datang dari India, tepatnya dari Tamil Nadu yang kemudian menyebar ke wilayah-wilayah Indonesia dan mengalami modifikasi.

Puthu Lanang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 73, Samaan dan didirikan oleh Ibu Supiah pada tahun 1935.

Awalnya, kedai ini dikenal dengan nama ‘Puthu Celaket’. Namun, karena semakin banyak kedai lain yang juga menjual putu, pemiliknya memutuskan untuk mengganti nama menjadi ‘Puthu Lanang’ agar pelanggan tidak keliru mengira kedai ini memiliki cabang.

Memiliki bahan yang khas dengan isian gula Jawa dan disajikan dengan parutan kelapa, Puthu Lanang dibandrol dengan harga Rp10.000 hingga Rp19.000.

Cenilupis Arema

Cenil merupakan penganan tradisional khas Jawa yang terbuat dari adonan tepung kanji dan gula pasir lalu diberi pewarna dan dibentuk menjadi oval kecil, kemudian dimakan dengan parutan kelapa.

Cenilupis Arema merupakan kedai yang menjual cenil, lupis, dan ketan ireng yang berlokasi di Jalan Bandungrejosari, Sukun.

Melayani makan di tempat dengan suasana yang nyaman dengan lokasi yang strategis, Cenilupis Arema patut kamu kunjungi apabila ingin merasakan kuliner tradisional di Kota Malang.

De Jenangs

Jenang grendul merupakan makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan air sampai menjadi adonan, lalu dibulatkan kecil-kecil, direbus hingga mengapung sebagai tanda matang, kemudian disajikan dengan kuah santan dan gula merah yang dimasak perlahan agar menghasilkan rasa manis gurih yang khas.

Salah satu yang menyajikan kuliner tradisional jenang grendul tersebut adalah Kedai De Jenangs.

Berlokasi di Jalan Kakak Tua Utara No.38, Sukun, De Jenangs memiliki keunikan dengan menjual jenang grendul tersebut dengan mengombinasikannya bersama es.

Tak berhenti di situ, De Jenangs juga menggunakan batok kelapa sebagai mangkuk saat menyajikan menunya kepada pelanggan yang ingin menyantap menunya di tempat.

Tenang saja, De Jenangs mematok harga yang cukup murah, berkisar dari Rp9.000 hingga Rp20.000 saja.

Dengan beragam pilihan jajanan tradisional yang tetap mempertahankan cita rasa khasnya, Malang membuktikan diri sebagai surga kuliner bagi pecinta makanan lawas. Jika Anda berkunjung ke Malang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan jajanan tradisional yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menghadirkan nostalgia dalam setiap suapan. (Talita)

 

 

Editor : Aditya Novrian
#Jajan #Kota Malang #tradisional