RADAR MALANG - Jalan Gede di Malang dikenal sebagai pusat kuliner yang menawarkan beragam makanan lezat.
Salah satu warung yang telah menjadi ikon di kawasan ini adalah Gado-Gado Pak Atim, yang telah beroperasi sejak tahun 1960-an.
Warung ini didirikan oleh Pak Atim, seorang pedagang gado-gado yang awalnya menjajakan dagangannya dengan pikulan.
Baca Juga: Tiga Kuliner Lezat di Dempo Malang yang Wajib Dicoba
Dulu, Pak Atim berkeliling di sekitar area SMAK St Albertus, atau yang lebih dikenal sebagai SMA Dempo.
Setiap jam istirahat, ia selalu berhenti di sekitar sekolah untuk melayani para siswa yang kelaparan.
Dari sanalah popularitasnya mulai tumbuh hingga akhirnya mendirikan warung tetap yang kini dikelola oleh cucunya.
Gado-gado khas Pak Atim terkenal dengan cita rasanya yang gurih dan manis.
Setiap porsi terdiri dari sayuran segar seperti kubis, selada, timun, tauge, tahu goreng, telur rebus, dan lontong, yang kemudian disiram dengan bumbu kacang kental yang menggugah selera.
Sebagai pelengkap, pelanggan dapat menikmati kerupuk dan emping melinjo yang semakin menambah kenikmatan.
Baca Juga: Kedai Ciamso Malang, Kuliner 24 Jam yang Bikin Ketagihan
Bagi pencinta makanan pedas, tersedia juga sambal dengan irisan bawang merah yang bisa disesuaikan tingkat kepedasannya.
Bahkan, pelanggan bisa memesan kerupuk siram sambal bagi yang ingin menikmati sensasi pedas yang lebih mantap.
Meski telah berdiri selama puluhan tahun, Gado-Gado Pak Atim tetap bertahan dan semakin berkembang.
Kini, warung ini dikelola oleh generasi ketiga dari keluarga Pak Atim dan mampu menjual ratusan porsi gado-gado setiap harinya.
Bahkan, pada hari-hari sekolah, jumlah penjualan bisa mencapai 250 porsi dalam sehari.
Tidak hanya melayani pelanggan secara langsung di warung, mereka juga mulai merambah pasar digital.
Bumbu gado-gado khas Pak Atim kini tersedia dalam berbagai ukuran dan dapat dibeli melalui marketplace serta layanan ojek online.
Hal ini memungkinkan para pecinta kuliner tetap bisa menikmati cita rasa legendaris ini di mana pun mereka berada.
Baca Juga: Kuliner Malam Pedas di Kepanjen Malang yang Wajib Dicoba
Pak Atim tidak hanya digemari oleh para siswa dan karyawan sekitar, tetapi juga menjadi tempat nostalgia bagi para alumni SMA Dempo.
Banyak mantan pelajar yang kembali ke warung ini untuk mengenang masa sekolah mereka sambil menikmati hidangan favorit mereka dulu.
Dengan harga Rp 20 ribuan per porsi, pelanggan bisa menikmati kelezatan yang autentik dan penuh sejarah.
Warung ini buka setiap hari kecuali Jumat, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Tak heran jika tempat ini selalu ramai oleh pelanggan setia yang ingin menikmati kembali cita rasa khas yang tak lekang oleh waktu. (FD)
Editor : Aditya Novrian