RADAR MALANG—Dikenal dengan kekayaan kuliner nusantaranya, kini Malang memiliki tempat makan bagi para pecinta masakan khas Indonesia Timur.
Terletak di Jl. Karang Ampel Timur, Karang Tengah, Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, “Pondok Sagu” hadir sebagai restoran yang menyajikan berbagai hidangan autentik khas Indonesia Timur.
Restoran ini menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dengan menyajikan berbagai hidangan tradisional khas Indonesia Timur yang kaya rasa dan rempah.
Salah satu menu andalannya adalah Coto Makassar dan Papeda kuah kuning. Coto Makassar adalah hidangan khas Makassar berupa sup daging sapi yang dimasak dengan bumbu rempah-rempah khas dan sajikan bersama ketupat atau buras.
Sedangkan Papeda merupakan makanan pokok masyarakat Papua yang terbuat dari tepung sagu dengan tekstur kenyal dan lengket. Papeda biasanya disajikan dengan ikan kuah kuning yang gurih, menciptakan perpaduan rasa yang lezat dan unik.
Bagi yang ingin mencoba camilan manis, tersedia Kue Lontar sejenis pie susu dengan cita rasa khas Papua.
Adapun menu-menu lainnya seperti bubur manado, jalangkote, sagu bakar, barongko, dan kue latar slice.
Warung ini memiliki konsep yang menyajikan masakan rumahan dengan menyediakan tempat makan dine-in yang luas dan nyaman.
Dekorasi Pondok Sagu terbilang unik karena tidak menggunakan kursi dan meja makan seperti warung pada umumnya. Sebagai gantinya, restoran ini menghadirkan suasana rumahan dengan area makan yang menyerupai ruang tamu, ruang tengah, dan teras. Pelanggan pun bebas memilih tempat yang paling nyaman untuk menikmati hidangan.
Pondok Sagu buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, kecuali pada hari Jumat restoran ini tutup. Dengan suasana yang nyaman dan pelayanan ramah, restoran ini cocok untuk menjadi tempat berkumpul bersama keluarga atau teman sambil menikmati kelezatan masakan khas Indonesia Timur tanpa harus jauh-jauh ke ujung timur Indonesia.
Bagi kamu yang ingin merasakan sensasi berbeda dalam berkuliner, Pondok Sagu adalah destinasi yang tepat. Nikmati kekayaan rasa dan budaya Indonesia Timur di tengah kota Malang, dan jadikan pengalaman kuliner kamu semakin berwarna. (Talita)
Editor : Aditya Novrian