RADAR MALANG - Malang tidak hanya dikenal dengan pesona alamnya, tetapi juga dengan ragam kuliner lezat yang menggoda selera.
Salah satu destinasi kuliner yang tengah naik daun adalah Warung Pedas Tangkilsari.
Baca Juga: Ceker Bedes King Abdi, Kuliner Pedas Viral di Malang yang Bikin Ngiler
Terletak di Jalan Raya Tangkilsari, Tajinan, Kabupaten Malang, warung ini menjadi tempat favorit bagi pecinta makanan pedas.
Memasuki Warung Pedas Tangkilsari, aroma rempah yang kuat langsung menyambut pengunjung.
Warung ini mengusung konsep prasmanan, di mana pelanggan bebas memilih lauk dan sayur yang diinginkan.
Berbagai sajian khas nusantara tersaji dalam wajan-wajan panas, menciptakan pengalaman bersantap yang berbeda.
Di antara menu andalannya, tersedia ayam pedas, bebek pedas, menthok, kikil, serta aneka hidangan seafood seperti gulai kepala ikan, kothokan ikan pedas, dan oseng-oseng kerang.
Tidak hanya itu, sayur bayam dan bothok juga menjadi pilihan bagi pelanggan yang menginginkan hidangan lebih ringan.
Salah satu daya tarik utama Warung Pedas Tangkilsari adalah cara penyajiannya.
Hidangan yang tersusun rapi dalam wajan-wajan besar memungkinkan pelanggan melihat langsung pilihan lauk sebelum mengambilnya.
Baca Juga: Bakso Mercon Cak Kar, Uji Nyali bagi Penggila Pedas di Malang
Pengalaman ini semakin lengkap dengan suasana pedesaan yang asri. Warung yang buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB ini selalu ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan.
Tidak hanya menawarkan rasa yang menggoda, Warung Pedas Tangkilsari juga dikenal dengan harganya yang ramah di kantong.
Menu yang tersedia dibanderol mulai dari Rp20.000 hingga Rp100.000.
Beberapa menu favorit seperti kepala ikan kakap dan ayam pedas sering kali menjadi incaran pelanggan.
Baca Juga: Pecinta Pedas Wajib Coba, Ayam Geprek Sambel Bule Kepanjen
Bagi yang ingin menikmati pengalaman kuliner terbaik, disarankan untuk berkunjung pada hari kerja agar terhindar dari antrean panjang.
Warung Pedas Tangkilsari telah menjadi ikon kuliner di Malang yang sayang untuk dilewatkan.(fd)
Editor : Aditya Novrian