“Berbukalah dengan yang manis-manis”, tagline yang sudah tidak asing lagi di telinga kita.
Berbuka puasa dengan sesuatu yang menyegarkan sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia untuk menuntaskan dahaga setelah seharian berpuasa.
Setiap orang memiliki cara dan kesukaannya masing-masing dalam memilih menu pencuci mulut untuk berbuka puasa.
Masyarakat Indonesia tidak asing dengan berbagai jenis es yang ada di pasar takjil, mulai dari es buah, es teler, es degan, dan lain-lainnya.
Baca Juga: Risol Mayo Lumer di Malang, Takjil Kekinian yang Bikin Nagih Saat Buka Puasa!
Namun, jenis-jenis tersebut sudah terlalu umum untuk dicoba, berikut 3 rekomendasi es yang cocok diminum saat buka puasa:
1. Es Pisang Ijo
Hidangan khas Makassar ini sangat cocok dijadikan opsi untuk berbuka puasa karena terdiri dari pisang yang dibalut adonan tepung beras dicampur olahan santan dan pandan.
Dapat dikreasikan dengan ditambah sedikit sirup juga serutan es yang membuatnya semakin enak dinikmati selagi dingin.
Es Pisang Ijo kini dapat dijumpai dimana saja, termasuk di pasar takjil.
Baca Juga: Rayakan Ramadan di Plaza Begawan: Takjil Fest Diadakan Mulai 2 hingga 9 Maret 2025!
2. Es Permen Karet
Olahan yang sempat viral di media sosial hingga saat ini masih eksis di kalangan masyarakat karena rasanya yang enak dan baunya yang sangat mirip dengan permen karet seperti Babol.
Rasa yang manis dan menyegarkan dapat melepas dahaga setelah seharian berpuasa.
Es permen karet masih mudah didapat dan sangat memungkinkan untuk setidaknya satu orang yang berjualan di setiap pasar takjil.
Baca Juga: Sensasi Es Teler Seember Kota Malang, Cocok untuk Berbuka yang Menyegarkan
3. Es Oyen
Kembaran es teler ini masih jarang diketahui masyarakat karena penjualnya yang masih sedikit.
Es oyen berasal dari Bandung yang menyegarkan dan menggugah selera.
Perbedaan es oyen dan es teler ada pada bahan dan teksturnya.
Es oyen menggunakan serutan es dan sirup cocopandan diatasnya, sedangkan es teler menggunakan santan dan susu.
Juga isian es oyen cenderung beragam seperti cincau dan kolang-kaling, maka dari itu teksturnya juga lebih beragam dibanding es teler yang kebanyakan diisi oleh buah-buahan saja. (nai)
Editor : Aditya Novrian