Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Toko Madjoe: Legenda Kue Kering Sejak 1930, Sajian Lebaran Penuh Nostalgia

Aditya Novrian • Senin, 10 Maret 2025 | 22:30 WIB
Toko Madjoe tampak depan. (Budi GilaKopi)
Toko Madjoe tampak depan. (Budi GilaKopi)

MALANG KOTA—Toko Madjoe merupakan sala satu toko kue kering legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1930.

Berlokasi di Jalan Pasar Besar No. 30B, Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Toko Kue Madjoe sudah berusia hamper satu abad.

Toko ini tidak hanya menawarkan berbagai kue kering berkualitas tinggi, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan kuliner di Malang.

Didirikan oleh The Bian Liep, Toko Madjoe awalnya menjual kue-kue kering yang digemari oleh masyarakat Malang, termasuk komunitas Belanda yang tinggal di sana pada masa itu.

Seiring berjalannya waktu, toko ini berhasil mempertahankan resep asli dan cita rasa khas yang diwariskan secara turun temurun hingga generasi sekarang.

Beberapa kue-kue yang dijual di Toko Madjoe. (Prabu)
Beberapa kue-kue yang dijual di Toko Madjoe. (Prabu)

Salah satu daya tarik utama Toko Madjoe adalah keberagaman kue kering yang ditawarkan. Terdapat lebih dari 25 jenis kue kering yang tersedia, termasuk kue-kue favorit seperti semprit, nastar, kastengel, serta kue berbentuk hewan-hewan lucu seperti kelinci dan bebek.

Bagi pecinta kacang-kacangan, tersedia juga kue berbasis almond, mete, dan janhagel. Setiap kue memiliki cita rasa unik yang mampu membawa kenangan masa lalu bagi para pelanggannya.

Menjelang hari-hari besar seperti Idulfitri, permintaan akan kue kering di Toko Madjoe mengalami peningkatan signifikan. Banyak pelanggan yang membeli kue untuk diberikan kepada kerabat atau sebagai suguhan di rumah.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, proses produksi kue dilakukan setiap hari. Harga kue kering di toko ini bervariasi, mulai dari Rp150.000 per kilogram. Namun, bagi yang ingin mencoba berbagai varian tanpa membeli dalam jumlah besar, kue-kue tersebut juga bisa dibeli per ons dengan harga Rp16.000.

Selain cita rasa kue yang khas, Toko Madjoe juga mempertahankan nuansa klasik pada bangunannya. Pintu dan jendela toko masih menggunakan kayu dengan desain lama, lengkap dengan papan nama "Toko Madjoe" yang masih menggunakan ejaan lama.

Di dalam toko, kue-kue kering disimpan dalam toples-toples kaca kuno buatan Jerman yang berjajar rapi di atas rak kayu, menambah kesan nostalgia bagi para pengunjung.

Toko Madjoe buka setiap hari dengan jam operasional mulai pukul 08.30 hingga 17.00 WIB, kecuali hari Minggu di mana toko tutup lebih awal pada pukul 12.30 WIB.

Lokasinya yang strategis di kawasan Pecinan Kota Malang memudahkan akses bagi para pelanggan yang ingin menikmati kue kering legendaris ini. (Talita)

Editor : Aditya Novrian
#toko madjoe #lebaran #malang #kuliner