RADAR MALANG - Bulan Ramadan selalu menjadi momen spesial untuk berbuka puasa bersama keluarga dan teman. Di Kota Malang, terdapat satu tempat yang menawarkan pengalaman berbuka yang unik dan berbeda, yaitu Sambat Luwe. Berlokasi di Kecamatan Kedungkandang, restoran ini tidak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga menghadirkan nuansa pasar malam vintage yang membawa pengunjung bernostalgia ke masa lalu.
Baca Juga: Resto Pedesaan di Malang yang Cocok untuk Bukber Keluarga
Restoran ini buka setiap hari dengan jam operasional yang bervariasi, yaitu mulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB pada hari kerja, serta lebih lama hingga pukul 21.00 WIB pada akhir pekan. Untuk informasi lebih lanjut atau reservasi, pengunjung dapat menghubungi nomor 0812-1763-6443 atau mengecek menu lengkapnya melalui tautan https://lynk.id/sambatluwe.
Dikemas dengan tema "Kenangan Rasa Tempo Dulu," Sambat Luwe menyajikan berbagai hidangan khas Nusantara yang bekerja sama dengan UMKM lokal. Suasana tradisional semakin terasa dengan dekorasi yang mengingatkan pada pasar malam zaman dahulu. Namun, yang paling menarik perhatian adalah sistem pembayaran di restoran ini yang menggunakan uang sen khusus, bukan rupiah biasa.
"Konsepnya seperti zaman dulu. Pengunjung datang, menukarkan uang dengan sen, lalu bisa berbelanja di tenan-tenan yang tersedia. Ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga menghadirkan suasana pasar malam yang lebih hidup,” jelas Prasetya Indra, owner Sambat Luwe, Rabu (12/5/2025).
Baca Juga: Lintangan Coffee & Resto, Destinasi Kuliner dengan Panorama Alam yang Menawan
Dengan menukarkan Rp50.000, pengunjung mendapatkan 50 sen dalam pecahan mulai dari 2,5 sen hingga 10 sen. Uang sen ini digunakan untuk membeli berbagai makanan dan jajanan tradisional di stan-stan yang tersedia. Sistem ini memberikan pengalaman yang berbeda dan membangkitkan nostalgia bagi banyak orang.
Dedi Haryadi, salah satu pengunjung, mengaku terkesan dengan konsep unik ini. Ia menyebut bahwa selama ini kebanyakan restoran hanya menggunakan sistem kupon biasa, bukan dalam bentuk uang sen yang lebih otentik.
"Penukaran uang sen ini memang mengingatkan pada masa lalu. Bagus ini dan sangat menarik. Apalagi tempatnya juga vintage, dekat pinggiran sawah, jadi lebih adem," katanya.
Baca Juga: 4 Tempat Makan di Malang yang Luas dan Nyaman untuk Bukber
Tidak hanya konsepnya yang menarik, menu berbuka di Sambat Luwe juga sangat beragam dan spesial. Selama Ramadan, restoran ini menyajikan hidangan seperti bakso dan lontong kikil, jangan pedas, lodeh, ayam goreng kremes, garang asem ayam, hingga garang asem iga. Tak ketinggalan, jajanan tempo dulu seperti leker, mochi, onde-onde, dan gula kapas turut melengkapi pengalaman kuliner di sini.
"Garang asem ini dimasak di dalam bambu, yang menambah aroma khas dan cita rasa yang lebih dalam. Sepertinya kalau di Malang, hanya di Sambat Luwe yang menyajikan garang asem dengan cara seperti ini," tambah Prasetya.
Baca Juga: Warga Malang Wajib Coba! 3 Tempat Makan Gado-Gado Paling Enak di Malang
Suasana di Sambat Luwe semakin terasa autentik dengan bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu jati tua hasil bongkaran rumah-rumah Jawa lama. Dengan tiga joglo besar sebagai pusat aktivitas, meja dan kursi kayu klasik, serta lampu-lampu temaram, restoran ini memberikan nuansa tradisional yang nyaman. Ditambah dengan pemandangan sawah yang membentang luas, pengalaman berbuka di sini terasa lebih menenangkan.
Dengan konsep unik, menu spesial, dan suasana yang khas, Sambat Luwe menjadi destinasi yang tepat untuk berbuka puasa bersama keluarga maupun teman. Tidak hanya menikmati hidangan lezat, pengunjung juga diajak untuk bernostalgia dan merasakan kembali suasana pasar malam tempo dulu. (my)
Editor : Aditya Novrian