RADAR MALANG - Kurma telah menjadi buah yang identik dengan bulan Ramadan. Setiap tahun, buah ini selalu hadir di meja makan umat Muslim saat berbuka puasa. Namun, tahukah Anda bahwa kurma memiliki sejarah panjang yang telah berlangsung selama ribuan tahun?
Kurma diyakini berasal dari wilayah sekitar Sungai Nil dan Efrat di Mesir Kuno serta Mesopotamia. Pohon ini telah dibudidayakan sejak 4000 SM dan digunakan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat kuno. Bangsa Mesir Kuno memanfaatkan buahnya untuk membuat anggur kurma, sementara bangsa Sumeria dan Babilonia menggunakan batang serta daunnya untuk membangun rumah mereka.
Baca Juga: Lezat dan Bergizi! 3 Kreasi Olahan Kurma Ini Cocok untuk Takjil Buka Puasa
Penyebaran kurma ke berbagai belahan dunia terjadi melalui perdagangan dan ekspansi budaya. Orang Arab membawa kurma ke wilayah Asia Selatan dan Afrika Utara, sementara bangsa Spanyol memperkenalkannya ke Meksiko dan California pada abad ke-18. Di Madinah, Arab Saudi, terdapat jenis kurma Ajwa yang sering disebut sebagai Kurma Nabi. Kurma ini pertama kali ditanam oleh Rasulullah SAW di sekitar Masjid Quba dan dipercaya memiliki khasiat kesehatan serta perlindungan dari bahaya.
Kurma tidak hanya dikenal dalam Islam, tetapi juga dalam agama-agama Abrahamik lainnya, seperti Kristen dan Yahudi. Dalam kitab Mazmur agama Kristen, disebutkan bahwa “Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma.” Sementara dalam tradisi Yahudi, kurma termasuk dalam tujuh buah suci dan pelepahnya digunakan dalam perayaan Sukkot. Pengaruh kurma dalam agama-agama ini kemungkinan besar berasal dari Nabi Ibrahim, yang lahir di Ur, tempat pertama kali pohon kurma dikembangkan secara luas.
Baca Juga: Kurma, Buah Suci yang Menghidupkan Ramadan: Fakta Menarik yang Perlu Diketahui
Dalam Islam, kurma memiliki kedudukan istimewa sebagai makanan berbuka puasa. Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan kurma dan air putih, karena kandungan gula alami dalam kurma dapat dengan cepat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain itu, dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 114, Allah SWT berfirman, “Makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu.” Hal ini menegaskan bahwa kurma merupakan salah satu makanan yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Penelitian modern membuktikan bahwa kurma memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Buah ini kaya akan glukosa, serat, serta berbagai vitamin dan mineral yang membantu tubuh tetap bugar. Selain itu, kandungan air dalam kurma juga membantu mengatasi dehidrasi akibat puasa seharian. Oleh karena itu, tidak heran jika kurma menjadi pilihan utama umat Muslim di seluruh dunia saat berbuka puasa.
Baca Juga: Sambut Bulan Suci Ramadhan: 2 Rekomendasi Toko Kurma Terlengkap di Malang
Sejarah panjang kurma, dari peradaban kuno hingga tradisi keagamaan, membuktikan bahwa buah ini lebih dari sekadar makanan. Kurma adalah simbol keberkahan, kesehatan, dan ketahanan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Di bulan Ramadan ini, menyantap kurma saat berbuka bukan hanya memenuhi sunnah Nabi, tetapi juga menghubungkan kita dengan sejarah panjang umat manusia. (my)
Editor : Aditya Novrian