Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mudik Makin Manis Cicipi 8 Rekomendasi Jajanan Khas dari Berbagai Daerah Yang Populer Saat Lebaran, Wajib Bawa Pulang!

Aditya Novrian • Kamis, 3 April 2025 | 20:00 WIB

Kue Tiliaya, salah satu kue khas Gorontalo yang menjadi hidangan wajib menyambut Lebaran. (Cookpad)
Kue Tiliaya, salah satu kue khas Gorontalo yang menjadi hidangan wajib menyambut Lebaran. (Cookpad)

Mudik Lebaran tak hanya tentang perjalanan pulang kampung, tetapi memberi kita  kesempatan mencicipi berbagai kuliner khas dari berbagai daerah.

Salah satu daya tarik utama saat Lebaran adalah hidangan manis yang menjadi bagian dari tradisi di setiap daerah. 

Baca Juga: Jangan Pulang Tanpa Ini! Oleh-Oleh Khas Malang Selain Keripik Tempe yang Wajib Dibawa Mudik

Berikut beberapa kudapan khas yang bisa menjadi pilihan selama perjalanan mudik Anda:

1. Madumongso - Ponorogo

Dari Ponorogo, Jawa Timur, ada madumongso, kudapan bercita rasa asam manis yang unik.

Terbuat dari beras ketan hitam yang difermentasi menjadi tape, kemudian dimasak hingga mengental seperti dodol.

Makanan ini biasanya dikemas dalam kertas minyak warna-warni.

Madumongso disebut-sebut terinspirasi dari rasa kurma, yang dirindukan masyarakat Ponorogo saat menunaikan ibadah haji.

Baca Juga: Legit dan Lembut! Ini Rekomendasi Tempat Beli Bika Ambon di Malang, Cocok untuk Oleh-Oleh dan Hampers saat Lebaran

2. Poteng Jaje Tujak - Lombok

Masyarakat Lombok menyajikan poteng jaje tujak saat Lebaran sebagai simbol kebersamaan. Kudapan ini terdiri dari tapai ketan (poteng) dan tetel (jaje tujak).

Tradisi pembuatannya cukup unik, di mana orang yang mengolahnya harus dalam keadaan suci agar hasilnya sempurna.

Poteng jaje tujak biasa disajikan setelah salat sebagai bentuk penghormatan terhadap kebersihan dan kesucian makanan.

Baca Juga: Anti Canggung! Tips Jawab Pertanyaan Sensitif saat Kumpul Keluarga

3. Tiliaya - Gorontalo

Tiliaya adalah kue khas Gorontalo yang hanya muncul dalam acara-acara adat dan perayaan keagamaan, termasuk Lebaran.

Kue ini memiliki rasa manis khas dan biasanya dicetak dalam mangkuk bergambar ikan, sehingga sering disebut kue mangkuk ikan.

Istilah "lontar" berasal dari bahasa Belanda "ronde taart," yang berarti kue bundar, meskipun kemudian dilafalkan berbeda oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Rayakan Liburan Lebaran di Pantai Banyu Meneng Malang, Destinasi Nyaman dengan Ombak Tenang

4. Kue Belinjo - Surabaya

Sekilas mirip nastar, kue belinjo khas Surabaya memiliki tekstur lebih keras tanpa isian. Rasanya lebih dominan gurih dengan sedikit sentuhan manis.

Bahan-bahan pembuatannya serupa dengan kue kering lainnya, tetapi yang membedakan adalah campuran kacang hijau atau kacang tanah sangrai, memberikan aroma khas yang unik.

5. Prol Tape - Jember

Kudapan khas Jember ini berbahan dasar tape singkong yang dicampur dengan telur dan tepung terigu.

Awalnya, prol tape tidak menggunakan keju sebagai topping, meskipun kini variasinya semakin beragam.

Saat digigit, teksturnya terasa padat, tetapi mudah hancur di mulut.

Nama "prol tape" berasal dari kata "ngeprol" dalam bahasa Jawa, yang berarti mudah pecah.

Baca Juga: Tips Merayakan Lebaran di Perantauan: Tetap Berkesan Meski Jauh dari Keluarga

6. Timphan Pisang - Aceh

Di Aceh, timphan menjadi sajian khas saat Lebaran.

Makanan lembut ini dibalut daun pisang muda dan umumnya memiliki rasa srikaya yang paling populer.

Timphan dibuat beberapa hari sebelum Lebaran dan dapat bertahan hingga seminggu.

Sebagai sajian utama bagi tamu yang datang bersilaturahmi, keberadaan timphan menjadi simbol keramahan masyarakat Aceh.

Baca Juga: Cegah Penyakit Saat Mudik, Ikuti 5 Tips Berikut Ini

7. Bolu Maksuba - Palembang

Kue khas Palembang ini memiliki tampilan mirip lapis legit, tetapi dengan lapisan yang lebih tidak beraturan sehingga membentuk pola unik.

Bolu maksuba tidak hanya hadir saat Lebaran, tetapi juga dalam acara penting seperti pernikahan dan lamaran.

Kudapan ini sering dijadikan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua atau mertua.

Baca Juga: Agar Lebaran Tidak Monoton, Ini Ide Aktivitas Seru Bersama Keluarga

8. Getuk Pisang - Kediri

Kediri terkenal dengan getuk pisang, kudapan yang dibuat dari pisang rajanangka yang ditumbuk dan dibungkus dengan daun pisang.

Keunikan getuk pisang terletak pada cita rasanya yang khas tanpa bahan pengawet, sehingga hanya bertahan selama empat hingga lima hari. 

Mudik Lebaran akan terasa lebih spesial dengan mencicipi makanan-makanan khas dari berbagai daerah ini. 

Beberapa kudapan ini juga dapat menjadi pilihan buah tangan yang menarik untuk dibawa pulanng usai mudik.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#mudik #lebaran #kudapan #khas