Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

New Wisata Wendit Dikunjungi 3.600 Wisatawan Per Hari

Mahmudan • Selasa, 8 April 2025 | 06:00 WIB
WAJAH BARU: Wisatawan memasuki area New Wisata Wendit di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis kemarin.
WAJAH BARU: Wisatawan memasuki area New Wisata Wendit di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis kemarin.

PAKIS – New Wisata Wendit menjadi salah satu destinasi pilihan masyarakat untuk berlibur.

Selama musim libur Lebaran, objek wisata di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis itu dikunjungi ribuan wisatawan per hari.

“Selama libur Lebaran ini, rata-rata kunjungan per harinya 3.000 orang. Untuk Minggu (kemarin, 6/4) ada peningkatan sekitar 20 persen,” ujar Manajer Marketing New Wisata Wendit Yuni kemarin.

Sehingga diperkirakan, kunjungannya mencapai 3.600 orang.

Sedangkan saat hari-hari biasa dikunjungi sekitar 500 orang per hari.

Dia menyebut, New Wisata Wendit semakin ramai kunjungan sejak dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Selama ini, wisata milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang itu dikelola oleh dinas pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang namun sepi kunjungan.

Kemudian dikelola pihak ketiga dan dilakukan rehabilitasi. Setelah direhabilitasi, new wisata beroperasi pada 28 Januari 2025 lalu sebagai trial.

Kemudian grand opening masih akan digelar bulan depan.

Sementara itu, progres pembangunannya masih 90 persen.

Ada beberapa wahana yang perlu ditambahkan, seperti cinema 9D dan rumah hantu.

Selain itu, dia mengatakan, juga masih ada wahana yang perlu penyempurnaan.

Seperti kolam spa yang belum ada fasilitas jacuzzi dan penyempurnaan toilet umum.

“Sampai saat ini, kendala kami tetap monyet.

Agak susah untuk memasukkan semuanya ke kandang besar,” ucap Yuni.

Kandang besar itu disebut Monkey Kingdom.

Di dalamnya sudah ada pawang supaya monyet tidak menyerang pengunjung.

Selain itu, di lingkungan wisata itu sudah ada lima pawang monyet yang dibagi di zonazona tertentu.

Salah satu pengunjung, Erniyanti, menyebut, revitalisasi wisata menjadikan Wendit lebih menarik.

“Tempatnya seru dan menarik. Ini rencananya mau berenang,” ucap perempuan 42 tahun yang berdomisili Kedungkandang, Kota Malang itu.

Seperti diberitakan, tempat wisata itu dulu pernah memiliki masa jaya pada 2017- 2018.

Kemudian tutup ketika Covid-19.

Pemkab tidak bisa bergerak sama sekali sampai sarana dan prasarana (sarpras) hancur.

Oleh karena itu pada September 2024 lalu, pihaknya menggandeng pihak ketiga untuk mengembangkan wisata tersebut.

“Saat dikelola pemda itu, pendapatannya Rp 400 juta dalam satu tahun.

Tahun ini, minimal Rp 2 milir sampai Rp 3 miliar per tahun bisa kami dapatkan dari kerja sama pihak ketiga,” ujar Kepala Disparbud Kabupaten Malang Purwoto.

Dia menyebut, dalam kerja sama terdapat dua jenis penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pihak ketiga.

Yakni kontribusi tetap pada tiga tahun pertama sebesar Rp 1,3 miliar dan dana bagi hasil.

Dana bagi hasil itu sebesar 20 persen dari penjualan tiket. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#lebaran #Libur lebaran #halal bi halal #renang #Wisata #Kabupaten Malang #syawal #wisata air