Malang - Di tengah banyaknya makanan modern yang muncul di kota Malang, jajanan sederhana seperti cilok tetap punya tempat di hati masyarakat.
Cilok yang dijual di sekitar Alun-Alun Merdeka Malang adalah salah satu yang paling dikenal dan selalu ramai pembeli, terutama di sore hingga malam hari.
Cilok sendiri adalah singkatan dari “aci dicolok.” Makanan ini terbuat dari tepung tapioka yang dibentuk bulat, direbus, lalu disajikan dengan tusukan lidi.
Biasanya cilok disiram dengan saus kacang, kecap, dan sambal. Rasanya gurih, kenyal, dan pedas. Cocok dinikmati sambil duduk santai di taman atau berjalan-jalan keliling alun-alun.
Baca Juga: Kuliner Hemat Usai Lebaran, 7 Chicken Tawarkan Promo Buy 1 Get 1 Mulai Rp 20 Ribuan
Setiap hari, terutama saat cuaca mulai sejuk, para penjual cilok mulai memenuhi area trotoar dan pinggir jalan di sekitar alun-alun.
Aroma bumbu kacang dan sambal yang sedang dimasak langsung menyambut siapa saja yang lewat. Banyak orang mampir tanpa rencana, hanya karena tergoda oleh harum dan suasana.
Salah satu daya tarik utama cilok adalah harganya yang murah meriah. Cukup dengan Rp2.000 hingga Rp5.000, pembeli sudah bisa menikmati beberapa tusuk cilok.
Beberapa penjual juga menyediakan pilihan cilok isi, seperti ayam, keju, atau sosis. Tapi versi klasik tanpa isi tetap menjadi favorit banyak orang karena rasa bumbunya lebih terasa.
Baca Juga: Kuliner Enak dan Murah di Malang, Penyetan Kedai Nam-Nam Cuma Rp 9 Ribu
Cilok bukan hanya makanan ringan, tapi juga punya nilai kenangan bagi banyak orang. Sejak dulu, jajanan ini sudah akrab dengan anak-anak sekolah, mahasiswa, hingga orang dewasa. Saat berjalan-jalan di kota, menyantap cilok bisa terasa seperti kembali ke masa kecil yang sederhana.
Di sekitar Alun-Alun Malang, suasana memang cocok untuk menikmati cilok. Dengan taman yang luas, lampu-lampu kota yang menyala saat malam, dan lalu lintas yang ramai, suasananya mendukung untuk sekadar duduk santai sambil ngemil.
Meskipun terlihat biasa, cilok tetap jadi pilihan banyak orang karena mudah ditemukan, praktis, dan rasanya tidak pernah membosankan. Bahkan saat banyak makanan baru bermunculan, cilok tetap bertahan sebagai camilan sejuta umat.
Jadi, kalau sedang berkunjung ke Malang, cobalah mampir ke Alun-Alun dan nikmati cilok dari pedagang kaki lima di sana. Rasanya mungkin sederhana, tapi kesan yang ditinggalkan bisa membuat siapa saja ingin kembali. (afh)
Editor : Aditya Novrian