Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Makanan Favorit Banyak Kalangan, Ternyata Bakso Bukan Berasal dari Indonesia

A. Nugroho • Senin, 14 April 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi makanan favorit sejuta umat, bakso (pch.freepik)
Ilustrasi makanan favorit sejuta umat, bakso (pch.freepik)

SIAPA sangka, bakso yang begitu populer di Indonesia ternyata punya cerita panjang dari negeri Tiongkok?

Kisahnya berawal pada masa Dinasti Ming (1368–1644), di kota Fuzhou, di mana seorang pemuda bernama Meng Bo hidup bersama ibunya yang sudah tua.

Sang ibu sangat menyukai daging, tetapi gigi yang sudah rapuh membuatnya kesulitan menikmati makanan favoritnya.

Melihat hal itu, Meng Bo tergerak untuk menciptakan hidangan yang lembut namun tetap lezat.

Terinspirasi dari mochi, kue yang kenyal terbuat dari ketan, ia pun menumbuk daging hingga halus, membentuknya menjadi bulatan kecil, lalu menyajikannya dengan kuah kaldu hangat.

Ternyata, kreasi ini tidak hanya disukai ibunya, tetapi juga menjadi hits di seluruh Fuzhou dan menyebar ke penjuru Tiongkok. 

Nama "bakso" sendiri berasal dari bahasa Hokkien, "bak-so", yang secara harfiah berarti "daging babi giling".

Namun, ketika hidangan ini dibawa oleh para pedagang Tiongkok ke Nusantara, bahan utamanya beradaptasi dengan budaya lokal.

Mayoritas penduduk Indonesia yang Muslim membuat bakso tak lagi menggunakan daging babi, melainkan daging sapi, ayam, atau bahkan ikan.

Inilah awal mula akulturasi kuliner yang unik: resep Tiongkok dipadukan dengan cita rasa dan bahan-bahan Nusantara. 

Perjalanan bakso di Indonesia tak berhenti sampai di situ.

Masyarakat lokal mengembangkan hidangan ini dengan kreativitas luar biasa.

Jika di Tiongkok bakso disajikan sederhana, tanpa banyak kuah atau tambahan seperti di Indonesia.

Di Indonesia bakso menjelma jadi sajian komplet dengan mie, tahu, pangsit, bahkan sambal pedas.

Teksturnya pun berbeda: bakso Indonesia cenderung lebih kenyal berkat tambahan tepung atau aci.

Variannya pun semakin beragam, dari bakso urat, bakso telur, hingga bakso mercon yang pedas menggigit. 

Beberapa kota di Indonesia bahkan identik dengan bakso, seperti Malang, Solo, dan Wonogiri.

Di sana, bakso bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari budaya kuliner yang terus berkembang.

Kini, bakso bisa dinikmati siapa saja dan di mana saja, mulai dari gerobak kaki lima hingga restoran mewah. (sai)

Editor : A. Nugroho
#sejarah #favorit #Tiongkok #berkuah #OSKAB #makanan #bakso