Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bukan Sekadar Liburan: Wisata di Malang Kini Jadi Cara Baru Dukung UMKM Lokal!

Aditya Novrian • Jumat, 2 Mei 2025 | 21:40 WIB

Wisata pantai Batu Bengkung Malang (Adhi Setyo).
Wisata pantai Batu Bengkung Malang (Adhi Setyo).

RADAR MALANG - Saat ini, liburan di Malang bukan hanya soal mencari keindahan alam atau sekadar bersantai. Kota Malang mulai memperlihatkan wajah baru sektor wisatanya: menjadi sarana konkret untuk mendukung para pelaku UMKM lokal yang memasarkan produk asli, bukan franchise besar. Sejumlah destinasi wisata mulai mengusung konsep ekonomi kerakyatan, mengajak wisatawan untuk “berlibur sambil berdampak”.

Baca Juga: Mengenal Serius Pangan Nusantara, UMKM Kopi yang Bertumbuh hingga Go Global Berkat Pemberdayaan BRI

Omah Singosari by Bolu Malang Singosari Oleh-oleh Khas Malang ( Jl. Jenderal Basuki Rahmat, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur).
Omah Singosari by Bolu Malang Singosari Oleh-oleh Khas Malang ( Jl. Jenderal Basuki Rahmat, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur).

Salah satu contohnya adalah Omah Singosari yang terletak di kawasan heritage Kayutangan. Tempat ini dirancang sebagai rumah bagi UMKM Malang untuk menampilkan produk kuliner khas dan kerajinan tangan lokal. Tak ada brand besar yang mendominasi—hanya produk hasil kerja keras masyarakat Malang yang dipajang dan dijual. Dengan adanya kafe dan ruang komunitas, Omah Singosari menjadi kombinasi menarik antara wisata budaya dan pusat penguatan ekonomi warga.

Baca Juga: 4 Strategi Otomatisasi Pesan Whatsapp untuk Tingkatkan Layanan UMKM

Kebun Teh Wonosari Singosari, Malang (Ismi Nuriati).
Kebun Teh Wonosari Singosari, Malang (Ismi Nuriati).

Bukan hanya di pusat kota, gaung dukungan terhadap UMKM juga sampai ke area wisata alam. Di Kebun Teh Wonosari, pengunjung bisa membawa pulang teh lokal berkualitas sambil menikmati udara sejuk khas dataran tinggi. Begitu pula di Pantai Tiga Warna dan Pantai Batu Bengkung, kios-kios kecil menawarkan hasil laut olahan serta kerajinan tangan khas pesisir. Di Goa Pinus dan Grojogan Sewu, jajanan lokal dari UMKM menjadi suguhan khas bagi para pelancong.

Tak ketinggalan, Festival Jajanan Pasar 2025 yang berlangsung selama sepekan (23–30 April) di empat pasar rakyat Kota Malang menjadi ajang perayaan kuliner tradisional. Semua makanan yang dijual adalah produk asli UMKM, mulai dari cenil, lupis, hingga kue putu yang kini mulai sulit ditemukan di tengah gempuran makanan instan waralaba.

Baca Juga: Produksi UMKM Sepatu Kulit di Kepanjen Kabupaten Malang Merosot

Sebagai bentuk dukungan sistematis, SMEEITT Expo Malang 2025 di Malang City Point pun menjadi panggung besar bagi UMKM lokal. Tidak hanya menjual produk, expo ini juga menjadi tempat berkumpulnya investor, pelaku usaha, hingga komunitas kreatif yang siap berkolaborasi demi kemajuan ekonomi Malang berbasis lokalitas.

Gerakan ini jelas menunjukkan bahwa wisata di Malang bukan hanya soal berfoto atau bersantai. Ini soal pilihan sadar, pilihan untuk membeli dari masyarakat sendiri, membangun ekonomi dari bawah, dan menciptakan destinasi yang bukan hanya indah, tapi juga inklusif dan berkelanjutan.

Jadi, jika Anda ingin berlibur sambil berdampak, mulailah dengan memilih tempat-tempat yang mendukung UMKM lokal. Karena ternyata, membantu ekonomi rakyat bisa dimulai dari secangkir kopi lokal di tengah suasana heritage. (my)

Editor : Aditya Novrian
#dukung umkm #Ekonomi Kerakyatan #liburan #heritage tourism #wisata malang #kuliner lokal