PUJON – Persaingan objek wisata semakin sengit, seiring munculnya destinasi baru.
Perhatian wisatawan akan tersedot pada destinasi yang viral, sementara tidak viral ditinggalkan pengunjungnya secara perlahan.
Wisata Telaga Madiredo di Desa Madiredo, Kecamatan Pujon misalnya, jumlah kunjungan wisatawan merosot sejak 2024 lalu.
Padahal tahun-tahun sebelumnya dikunjungi puluhan ribu dalam sebulan.
Direktur Telaga Madiredo Fauzan Anwari mengatakan, jumlah kunjungan di objek wisata yang dikelolanya pada 2023 lalu mencapai 10 ribu wisatawan per bulan.
Namun mulai 2024 menurun hingga sekitar 70 persen. Kini per bulannya hanya ada 2-3 ribu pengunjung.
“Paling ramai memang saat libur panjang, seperti habis Lebaran,” ujar Fauzan ditemui beberapa waktu lalu.
Menurutnya, terdapat banyak faktor yang memengaruhi penurunan tempat wisata tersebut, baik dari internal maupun eksternal.
“Secara eksternal, ada persaingan antar tempat wisata. Seperti membeludaknya objek wisata lain yang lebih viral,” imbuhnya.
Sebenarnya dia ingin mengembangkan wisata telaga Madiredo.
Namun hingga hari ini dia masih belum mendapat investor.
Pengembangan wisata itu masih menggunakan dana pribadi.
Hal tersebut berpengaruh terhadap internal wisata, seperti pengembangan wahana dan fasilitas menjadi sangat terbatas.
“Ada beberapa wahana dan fasilitas yang seharusnya selesai, tetapi harus mundur,” kata dia.
Misalnya pembangunan kolam anak, sepeda air, dan glamping yang masih dalam proses observasi dan evaluasi.
Namun pengunjung tetap dapat menikmati keindahan alam yang masih terjaga.
Misalnya telaga atau sumber air yang terdapat berbagai jenis ikan.
Anakanak pun dapat berenang di telaga tersebut tetapi di bagian yang dangkal.
Dia tidak berhenti berupaya meningkatkan kunjungan di tempat wisata dengan luas sekitar 2 hektare tersebut.
Utamanya dalam membangun branding telaga sebagai sektor wisata desa.
Biasanya wisata desa akan lebih menonjolkan potensi agrowisata.
“Kami akan mencoba memberikan edukasi agrowisata yang tidak dimiliki wisata modern. Strategi marketing juga akan kami perbaiki supaya bisa lebih viral. Ini masih menjaring konsepnya,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : Aditya Novrian