PONCOKUSUMO – Destinasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), termasuk Bromo, bakal ditutup lagi.
Tidak ada aral, penutupan bakal berlangsung selama tiga hari, pada 10-13 Juni depan. Penutupan dilakukan karena masyarakat suku Tengger akan menggelar upacara yadnya kasada.
Yakni ritual ucapan syukur bagi Tuhan Yang Maha Esa berupa penyerahan sesaji yang nantinya akan dilempar ke dalam kawah Bromo.
Selama upacara berlangsung, Bromo harus steril wisatawan. Biasanya upacara tersebut pada bulan ke-12, hari ke-15 menurut penanggalan tradisional suku Tengger.
Tanggal tersebut lah yang disebut Bulan Kasada. Tahun lalu, Bulan Kasada dilakukan pada 21- 24 Juni 2024. Ketua Tim Data, Evaluasi Lapangan, dan Humas Balai Besar (BB) TNBTS Hendra Wisantara mengatakan, kawasan bromo ditutup untuk segala bentuk kegiatan pariwisata karena menghormati upacara warga suku Tengger.
“Penutupan mulai 10 Juni pukul 00.01 sampai 13 Juni pukul 24.00,” terang dia.
Bagi warga yang tidak terlibat dalam upacara tersebut, TNBTS mempersilakan melihat dari pintu masuk kawasan bromo.
Dari Malang dan Lumajang, Bromo dapat diamati di Jemplang. Sedangkan untuk kawasan Pasuruan, wisatawan bisa di Dingklik dan Probolinggo dari Cemoro Lawang.
Baca Juga: Sehari, Empat Ribu Wisatawan Masuk Bromo Lewat Pos Jemplang
Ia menambahkan, pelaksanaan upacara tersebut akan berlangsung selama 2 hari, mulai 10-11 Juni depan.
“Untuk tanggal 12 sampai 13 Juni 2025 kami melakukan pembersihan kawasan dari sampah-sampah,” kata dia.
Dengan penutupan kawasan Bromo untuk menghormati Yadnya Kasada, dia mengatakan, tahun ini Bromo sudah tiga kali mengalami penutupan.
Yang pertama pada 28 Maret sampai 1 Mei untuk Nyepi dan Idul Fitri. Kemudian kedua pada 21 April untuk pembersihan sampah di kawasan wisata TNBTS. (biy/dan)
Editor : Aditya Novrian