Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berburu Rasa Tradisional yang Hampir Punah: 5 Spot Kuliner Langka di Malang yang Wajib Dicoba 2025

Aditya Novrian • Jumat, 30 Mei 2025 | 19:04 WIB

 

Ilustrasi jajanan tradisional cenil (okelihat.com).
Ilustrasi jajanan tradisional cenil (okelihat.com).

KULINER TRADISIONAL KIAN LANGKA, TAPI MASIH BISA DITEMUKAN DI SINI

RADAR MALANG - Malang tak hanya identik dengan kuliner hits atau jajanan kekinian. Di balik ramainya kafe modern dan restoran viral, kota ini masih menyimpan cita rasa otentik dari makanan tradisional yang kini mulai jarang ditemui. Mulai dari mendol tempe hingga cenil pasar, tahun 2025 menjadi momen yang tepat untuk kembali ke akar kuliner Malang.

Mendol Tempe & Nasi Jagung di Pasar Besar Malang

Mendol tempe dan nasi jagung adalah dua kuliner lawas khas Malang yang kini makin sulit ditemukan. Untungnya, Pasar Besar Malang masih menjadi rumah bagi pedagang-pedagang lawas yang tetap menjual makanan ini setiap pagi. Nasi jagungnya gurih khas pedesaan, berpadu sempurna dengan mendol tempe yang renyah dan berbumbu. Datanglah pagi-pagi untuk mendapatkan pilihan menu yang masih lengkap dan segar. Harga kaki lima, tapi rasanya nostalgia kelas atas.

Baca Juga: Jajanan Klasik yang Tetap Hits: Rekomendasi Kue Lekker dan Crepes Enak di Kota Malang

Jamur Barat di Warung Mekar Jaya

Tak banyak yang tahu soal jamur Barat, bahan pangan khas Malang yang sering dijadikan lauk pendamping. Di Warung Mekar Jaya, Jl. Soekarno-Hatta, kamu bisa menyantap jamur ini dalam balutan rasa rumahan yang menggoda. Dengan harga mulai Rp 10.000-an, tempat ini selalu ramai oleh pecinta makanan tradisional. Tempatnya sederhana tapi penuh kenangan rasa.

Cenil dan Jajanan Pasar di Surga Kecil di Pasar Dewi Sri, Pujon

Kalau kamu rindu jajanan pasar seperti cenil, klepon, dan kue basah lainnya, Pasar Dewi Sri di Pujon adalah tempat yang tepat. Di pasar yang buka 24 jam ini, cita rasa masa kecil kembali hadir lewat sentuhan kelapa parut dan gula merah cair yang manis sempurna. Selain jajan, pasar ini juga dikenal sebagai pusat oleh-oleh khas Batu dan Malang. Cocok untuk sekali jalan, banyak rasa.

Kopi Tubruk ala Dusun: Bukan Sekadar Minum, Ini Tradisi

Pecinta kopi sejati pasti paham betapa nikmatnya kopi tubruk dengan gula jawa. Di beberapa kedai kecil di kawasan Lowokwaru dan Klojen, warung-warung seperti Warung Kopi Pak Gatot masih setia menyajikan kopi tubruk dengan gaya lama: panas, kental, dan tulus. Suasananya sederhana tapi hangat. Cocok untuk rehat sejenak sambil berbincang dalam aroma kopi pekat.

Baca Juga: Jajan Tradisional Versi Modern! Ini Rekomendasi Warung Ketan Kekinian Kota Malang, Pasti Kamu Belum Tahu!

Pasar Songgoriti dan Pasar Besar: Surga Jajanan yang Tersisa

Onde-onde, klepon, hingga bakpao isi kacang hijau, semua masih bisa kamu temui di Pasar Songgoriti (Batu) dan Pasar Besar Malang. Meski pelan-pelan tergeser oleh makanan kekinian, para penjaja di dua pasar ini tetap menjaga warisan rasa. Harga bersahabat, dan yang terpenting: kamu ikut menjaga eksistensi kuliner asli daerah.

JANGAN TUNGGU HINGGA HILANG, COBA SEKARANG!

Makanan tradisional tak hanya soal rasa, tapi juga sejarah dan kenangan. Di tengah geliat modernisasi kuliner, keberadaan makanan seperti mendol tempe, cenil, dan kopi tubruk menjadi oasis budaya. Selama 2025, mari manfaatkan waktu untuk menjelajah kembali rasa-rasa yang hampir punah, karena belum tentu akan terus bertahan. (my)

Editor : Aditya Novrian
#jajanan pasar #makanan tradisional #Nostalgia #Kota Malang #kuliner malang #wisata kuliner