Radar Malang - Kota Malang bukan hanya dikenal dengan hawanya yang sejuk dan deretan tempat wisatanya, tetapi juga dengan kuliner khasnya yang menggoda selera. Salah satu sajian yang tak pernah lekang oleh waktu adalah rawon.
Sup berkuah hitam pekat yang kaya rempah, disajikan hangat dengan potongan daging empuk dan taburan tauge pendek. Di balik semangkuk rawon, tersimpan warisan rasa dan sejarah panjang. Tiga tempat berikut adalah legenda yang tetap bertahan di tengah derasnya arus modernisasi.
1. Rawon Brintik,
Tempat ini berdiri sejak 1942 yang menjadikannya salah satu rawon tertua di Malang. Terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 39, warung ini mempertahankan cita rasa klasik turun-temurun dari generasi ke generasi.
Nama "Brintik" berasal dari rambut keriting sang pendiri, sebuah julukan akrab yang melekat hingga kini. Kuah rawonnya terkenal gurih dengan rempah yang seimbang, berpadu sempurna dengan empuknya daging sapi dan pelengkap sambal terasi. Selain rawon, tersedia pula nasi semur dan orem-orem khas Jawa Timuran.
Baca Juga: Rawon: Jejak Panjang Warisan Kuliner Legendaris dari Majapahit yang Tetap Eksis Hingga Kini
2. Rawon Rampal
Tak kalah ikonik, Rawon Rampal di Jalan Panglima Sudirman telah beroperasi sejak 1957. Terletak tak jauh dari kawasan militer, tempat ini dulu ramai oleh tentara dan kini menjadi langganan wisatawan dan tokoh publik.
Dimasak dengan tungku arang, kuah rawon di sini menghadirkan aroma khas yang sulit dilupakan. Dengan harga yang variatif mulai Rp10.000, pengunjung bisa menikmati sensasi makan rawon dengan berbagai lauk seperti paru goreng dan telur asin. Bahkan dua mantan presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono, pernah mampir ke sini.
Baca Juga: Rawon Nguling Malang, Kuliner Legendaris yang Tak Lekang oleh Waktu
3. Rawon Nguling
Warungini merupakan cabang dari rumah makan ternama di Probolinggo. Berdiri di Malang sejak 1982 dan berlokasi di Jalan Zainul Arifin No. 62, tempat ini menawarkan rawon dengan kuah kental dan daging yang melimpah.
Dengan harga mulai Rp34.000, Rawon Nguling menyajikan pengalaman bersantap yang lengkap dengan pilihan lauk tambahan seperti mendol, sate usus, hingga tempe goreng garing.
Ketiga tempat ini bukan sekadar menyajikan makanan. Mereka adalah penanda waktu, pelestari rasa, dan saksi sejarah kuliner Malang yang tak ternilai. Bagi siapa pun yang ingin menyelami kekayaan kuliner Jawa Timur, semangkuk rawon dari ketiga legenda ini adalah awal yang sempurna. (Rizz)
Editor : Aditya Novrian