Radar Malang - Kota Malang bukan hanya destinasi wisata alam dan edukasi, tetapi juga surga kuliner khas Jawa Timur yang menggoda selera.
Salah satu kuliner yang tetap eksis hingga kini adalah rujak cingur, perpaduan unik antara lontong, sayur-sayuran rebus, buah segar seperti bengkuang dan mangga muda, tahu, tempe, serta cingur sapi yang disiram bumbu petis khas.
Rasa rujak cingur memang tidak bisa dianggap biasa. Kombinasi tekstur dan rasa yang kompleks menjadikan makanan ini favorit banyak orang. Di antara banyaknya tempat makan di Malang, berikut tiga warung rujak cingur legendaris yang layak Anda coba.
Baca Juga: Berani Coba? Ini 3 Kuliner Kambing Paling Populer di Kota Malang yang Bikin Ketagihan!
1. Depot Rujak Cingur Mentawai
Berlokasi di Jalan Mentawai No. 56, Kasin, Depot Rujak Cingur Mentawai sudah berdiri sejak tahun 1969. Warung ini dikenal sebagai salah satu pelopor rujak cingur khas Malang dengan racikan bumbu petis yang kental, medok, dan sangat khas.
Satu porsi terdiri dari lontong, tahu, tempe, sayuran, buah segar, dan cingur sapi yang empuk.
Semuanya disatukan dalam cobek dengan bumbu kacang dan petis yang diulek langsung, menghadirkan rasa gurih, manis, dan sedikit asam yang menggugah selera. Harga satu porsi sekitar Rp25.000. Tersedia juga kolak santan sebagai penutup, yang menambah kesan klasik saat menyantapnya.
Baca Juga: Pengelola Mall Andalkan Sektor Kuliner dan Mainan
2. Rujak Cingur Kelenteng (Eng An Kiong)
Terletak di basement Kelenteng Eng An Kiong, Jalan RE Martadinata No. 1, rujak cingur di tempat ini sudah eksis sejak tahun 1970-an. Tempatnya sederhana, namun selalu ramai oleh pengunjung setia.
Keunikan warung ini adalah adanya pilihan rujak cingur dengan atau tanpa cingur, cocok bagi vegetarian.
Bumbunya lebih ringan dan tidak terlalu tajam, sehingga cocok untuk lidah pemula. Dengan harga sekitar Rp23.000 per porsi, rasa dan suasananya tetap membawa nostalgia.
3. Rujak Cingur Penyet Sumba Pojok
Warung ini sudah berdiri sejak 1977 dan berada di Jalan Sumba, kawasan Kasin. Gaya penyajian “penyet” menjadi ciri khasnya, di mana semua bahan langsung diulek bersama bumbu di atas cobek, menciptakan paduan rasa dan tekstur yang menyatu.
Cingurnya empuk, tidak amis, dan berpadu dengan bumbu kacang-petis yang kuat.
Selain rujak cingur, tersedia rujak gobet dan kolak sebagai pelengkap. Harga berkisar Rp20.000 per porsi. (Rizz)
Editor : Aditya Novrian